Berita Utama Pendidikan

Bentrok dengan Warga, Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Diliburkan

Bandung, Sinar Surya – Bentrokan terjadi antara mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan warga sekitar. Pihak kampus meliburkan sementara perkuliahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca bentrokan.

Wakil Dekan Ilkom dan Dakwah Bidang Akademik Enjang AS mengatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi perselisihan ini melebar. Meskipun diakuinya sudah ada kesepakatan bersama agar tidak memperpanjang persoalan ini.

“Saya akan terus koordinasi dengan polisi dan warga sekitar dan mahasiswa agar persoalan ini tidak melebar. Mudah-mudahan sudah clear tidak ada masalah lagi,” kata Enjang kepada wartawan, Jumat (4/5/2018).

Ketua Jurusan Jurnalistik Encep Dulwahab menuturkan tak dipungkiri pasca bentrokan tersebut ada kekhawatiran dari mahasiswa berkegiatan di kampus.

“Mahasiswa jurnalistik khawatir terjadi aksi kekerasan ada korban mahasiswa salah sasaran. Karena warga masih kesal,” kata Dulwahab dihubungi terpisah.

Dia mengatakan untuk membuat situasi kembali kondusif, sementara waktu kegiatan di kampus khususnya bagi mahasiswa Jurnalistik, termasuk kegiatan belajar mengajar.

“Sementara kita colling down dulu, kegiatan-kegiatan kita off dulu, termasuk ada beberapa perkuliahan yang ada mahasiswa terlibat (bentrok) off sementara. Demi kenyamanan bersama mahasiswa dan kampus,” ujar Dulwahab.

Sebelumnya, mediasi terhadap kedua belah pihak sudah dilakukan oleh Polsek Panyileukan dengan disaksikan pihak kampus. Baik mahasiswa dan warga sekitar sudah membuat surat pernyataan untuk tidak memperpanjang perselisihan ini.

Cerita Satpam soal Mahasiswa vs Warga di Kampus UIN Bandung

Mahasiswa jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung bentrok dengan warga sekitar kampus. Bentrokan tersebut dipicu keributan antara mahasiswa dengan satpam yang notabene warga setempat.

Insiden bentrokan tersebut berlangsung di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/5).

Salah seorang satpam kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Nova Narayana menuturkan, sekelompok mahasiswa yang mengendarai motor memasuki kampus dengan membawa atribut bertuliskan Jurnalistik. Mereka berkonvoi di area kampus.

“Ada sekitar 50 motor saat itu yang masuk kampus. Di gerbang depan sudah diingatkan supaya tidak gerang-gerung motor, tapi masih saja dilakukan,” kata Nova.

Sewaktu berada di pertigaan jalur utama kampus, rombongan konvoi memaksa masuk melalui jalur berlawanan. Nova yang bertugas di dekat jalur berlawanan itu berinisiatif menghentikan rombongan tersebut. Nova sendirian.

Namun, tegurannya tidak digubris oleh rombongan. Ada sebagian memilih memutar balik dan ada yang tetap ingin menerobos.

“Saya sudah ingatkan jangan lewat sini, tapi sebagian malah kekeuh,” ucap pria yang mengenakan seragam satpam ini.

Adu mulut hingga aksi dorong-dorongan tak terhindarkan. Sejumlah satpam yang melihat kejadian itu juga turut membantu. “Ada motor yang terguling juga akibat kami dorong untuk putar balik. Mereka enggak terima. Memang kami sempat ada adu fisik juga,” tutur Nova.

Di tengah-tengah keributan mahasiswa dan satpam, puluhan warga sekitar datang bersamaan menghampiri massa. Seketika itu terjadi aksi kejar-kejaran.

“Jadi warga nyari mahasiswa yang nantang. Saya juga enggak tahu pasti kenapa tiba-tiba warga datang. Memang ada kejar-kejaran, banyak yang sembunyi juga akhirnya,” ujarnya.

Nova mengaku tidak mengetahui lagi kelanjutan dari aksi pencarian warga tersebut. Namun, ia memastikan warga sekitar datang dengan tangan kosong. “Mereka puluhan masuk lewat GOR syariah. Mereka datang tangan kosong,” kata Nova. (dt)