Berita Utama Kabar Daerah

Dua Titik Jalan di Sepanjang Kali CBL Cibitung menuju Cikarang Amblas Alias Hampir Putus, Masyarakat Ingin Segera Perbaiki

Bekasi, sinarsuryanews.com – Jalan tersebut amblas lantaran sering dilewati kendaraan bertonase berat yang mengangkut material pembangunan perumahan di sekitar lokasi jalan. Akhir-akhir ini volume dan secara kwantiti mobil truk meningkat, truk bertonasi tinggi lebih sering melintas disepanjang jalan kali CBL – Cibitung menuju Cikarang. Terkait jalan longsor yang ada di Desa Muktiwari dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung yang lokasinya terdapat dua titik berada di sisi kali CBL, berada di kampung telar rt 01 / rw 02 desa Muktiwari, titik kedua jalan rusak di kampung Kedaung rt 05/ rw 04 Desa Kertamukti.

Beberapa waktu lalu kita sempat menelusuri sekaligus memantau , kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi masyarakat yang melewati jalan amblas tersebut, terutama dari arah Cikarang, Tambelang, Tambun Utara, Cibitung jalan itu akses vital warga.

Diduga faktor penyebab karena sering dilewati kendaraan bertonase berat, hasil penelusuran terlihat dan diduga dari faktor eksternal penyebabnya karena lalu lalangnya mobil melebihi kapasitas jalan untuk pembangunan perumahan-perumahan di sekitar Desa Kertamukti, Muktiwari, Sarimukti, Sriamur, ada banyak perumahan disana.

Beberapa  perumahan tersebut  yang seyogianya turut andil dan mereka harus bertanggungjawab dalam memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Ketika kami wawancara salah seorang warga mengatakan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi membangun jalan tersebut, dan jangan membiarkan kasus ini berlarut-larut dan tidak serius dalam menanganinya, demikian juga untuk penerangan jalan umum dimohon segera diadain.

Sebagai bentuk dukungan warga sekitar, setiap hari membantu untuk penertipan dan penyeberangan kendaraan yang melewati jalan amblas tersebut, takut jatuh dan mengalami korban kecelakaan mas, pungkasnya sambil nada kesal karena kondisi jalan tersebut sudah lama belum ada perbaikan. Informasi yang diperoleh bahwa jalan tersebut sudah lama, kalau tidak salah Mas, jalan ini rusak dan amblas sudah ada sejak 2018, bayangin saja sudah 2 tahun. Kami mencoba gali penjelasan kepala Desa Muktiwari dan Desa Kertamukti sampai saat ini belum bisa ketemu.

“Kita coba wawancara salah seorang yang melintasi jalan amblas tersebut, begitu juga salah seorang  yang merupakan warga berharap-harap perhatian dari aparat pemerintah daerah. Usulan desa lewat musrembang kecamatan, pemkab bekasi dan anggota Dewan sebagai penyambung aspirasi masyarakat, warga berharap  supaya ada tindakan nyata dalam memperbaiki jalan tersebut,” bebernya.

Dilokasi tersebut terdapat dua titik yang amblas dan satu titik yang kondisinya sangat parah, miring dan rawan amblas alias putus total, dan tanda-tanda kerusakan parah juga pada titik kedua, yang di kampung kedaung.  saat menanyakan ke warga sekitar menyatakan sudah mulai terlihat sejak dua tahun lalu, dan diperparah dengan adanya proyek pembangunan perumahan.

Kalau ini terjadi siapa yang disalahkan, siapa yang menyalahkan, apakah menanyakan pada rumput yang bergoyang, atau kita sebagai penonton saja, semoga saja hujan turun dari langit, demikian juga perhatian pemerintahan bekasi memberi perhatian yang serius akan hal ini, jalan amblas bisa teratasi, semoga dalam waktu dekat semua pihak baik pemerintahan daerah dan pihak ekternal yaitu pengembang perumahan turut andil dalam hal ini.

Hasil penelusuran berikutnya terlihat sepanjang kali CBL tertanam Pipa Pertamina dan Pipa Gas milik Pertamina, sehingga dikwatirkan bagi pengguna jalan, baik apapun itu berupa bangunan yang ada diatas pipa gas milik pertamina, ketika beban terlalu berat bisa membahayakan dan kemungkinan berpengaruh buruk bagi pipa milik pertamina dan tidak kecil kemungkinan bisa meledak sewaktu waktu. Jelas karena disepanjang sisi kali cbl, seperti terlihat pihak pertamina juga memberi plang peringatan alias membuat plang pengumuman agar tidak sembarang menggunakan tanah diatas pipa milik pertamina tersebut. Dengan adanya temuan mengenai hal ini, Sinar Surya berusaha menggali informasi yang akurat, independen dan lebih dalam lagi kedepan. Berita bersambung…(Tim)