Berita Utama Kabar Daerah

Ephorus HKBP Tidak Tanggap: Pendeta, Bibel, Diakones dan Oknum Sintua Lindungi Sintua Selingkuh

Pematang Siantar, sinarsuryanews.com – Perselingkuhan Sintua HKBP Martoba, St LRS dengan Sintua HKBP Anugerah, St RBM semakin terkuak, sebab St LRS masih bertugas Liturgis di depan altar. St LRS diduga kuat dilindungi Pendeta HKBP Martoba, Pdt MN, STh (telah dimutasi ke HKBP Tebing Tinggi) diganti Pdt DT, STh. St LRS merasa tidak malu atas perbuatannya itu seolah tidak pernah terjadi hal buruk yang diperbuatnya melanggar Aturan dan Peraturan HKBP Hukum Taurat pasal 7 dan 10.

Ketegaran St LRS Liturgis di depan altar karea dukungan Pendeta HKBP Martoba ketika dijabat Pdt MN, STh dan juga didukung penggantinya Pdt DT, STh, Bibelvrow MM, Diakones DS, Sintua SS dan St BH (sintua yang melakukan penggerebekan di Hotel Rembulan Tebing Tinggi) bersama Sellina br Malau dibantu Ketua Lingkungan Hotel Rembulan, Muksin Siregar.

            Perselingkuhan St RBM (Kepala Sekolah SMAN 4 Pematang Siantar) dengan St LRS (Guru SMAN 2 Pematang Siantar) itu sudah berulang kali, hanya kalau diingatkan, malah yang mengingatkan itu dilabrak habis-habisan sambil berkata, bukan suamimu temanku selingkuh kenapa kamu keberatan, akhirnya kasus perselingkuhan ini menjalar sampai kemana-mana.

            Menurut Muksin Siregar ketika diwawancarai Sinar Surya via telpon mengatakan, saya ikut menyaksikan penggrebekan perselingkuhan St RBM dengan St LRS di Hotel Rembulan Tebing Tinggi, saat itu St Basar Hutagaol yang mengajak saya untuk menggrebek perselingkuhan itu, menampar Lasma Rohana Siregar sampai dua kali, dan memberi nasehat agar tidak terulang lagi peristiwa itu, sebab perselingkuhan/ perzinahan bagi seorang pengetua Gereja (sintua) adalah pantangan (melanggar aturan dan Peraturan Gereja) katanya.

            Untuk melindungi perbuatan perselingkuhan St Lasma Rohana Siregar dengan St Rudolf Barmen Manurung, saya dikorbankan kata Sellina Malau, saya dikabarkan seorang lesbian oleh oknum sintua HKBP Martoba. Akibat kabar buruk itu saya desak pendeta HKBP Martoba Marudut Naibaho agar menindak sintua pelaku selingkuh dan sampai saat ini sintua selingkuh itu tidak pernah ditindak sesuai aturan Gereja HKBP malah saya yang ditindak  Ruhut Parmahanion dan Paminsangion (RPP) Gereja HKBP Martoba atas persetujuan sintua Lingkungan St Lasma Rohana Siregar, tandasnya.

            Yang menjadi pertanyaan saya sampai saat ini, kenapa pelapor ditindak dengan RPP dari jemaat Gereja, seharusnya pelaku selingkuh (St LRS) yang melanggar pasal 7 dan 10 Hukum Taurat karena seorang sintua melakukan perselingkuhan adalah perbuatan yang sangat memalukan, katanya sambil geleng geleng kepala.

            Setelah Pendeta Marudut Naibaho dimutasi di HKBP Tebing Tinggi, saya dengan suami mendatangi Pendeta penggantinya, Pdt Dominggo Tambunan di rumah dinasnya, beliau menjawab kami mengatakan akan menanyakan kasus ini ke Pendeta lama (Marudut Naibaho) sedang istrinya seolah menekan dan berkata, “Kalau kamu tidak senang di HKBP ini silahkan pindah cari gereja yang lain,” luar biasa istri pendeta itu, diduga sudah terkontaminasi untuk

melindungi perbuatan kejahatan perzinahan/ perselingkuhan yang dilakukan St Lasma Rohana br Siregar tersebut ujarnya Sellina dengan tegas.

            Salah seorang sintua HKBP Martoba yang komunikasi dengan Sinar Surya memberi informasi,  “Pendeta Dominggo Tambunan, STh pada saat sermon gereja mengatakan bahwa perselingkuhan St Lasma Rohana br Siregar bukan permasalahan dia, itu permasalahan Pendeta Marudut Naibaho, jadi yang harus menyelesaikan kasus perselingkuhan itu jangan ditimpakan ke dirinya” ujar sintua yang tidak mau menyebut namanya itu.

            Sadarkan Pendeta Dominggo Tambunan bahwa perselingkuhan sintua Gereja HKBP Martoba itu adalah permasalahan Gereja bukan permasalahan Pendeta Marudut Naibaho, apakah Pendeta Dominggo Tambunan menganggap yang berzinah/ selingkuh itu adalah Pendeta Marudut Naibaho atau St Lasma Roha br Siregar, seharusnya Pendeta sebagai pimpinan Gereja harus mengambil tindakan tegas bukan melindungi, ujarnya memelas.

            Salah seorang sumber Sinar Surya di Pematang Siantar, yang melindungi sintua yang berselingkuh ini adalah Pdt MN, Bibelvrow, MM, Diakones, DS, oknum Sintua, SS dan BS sehingga St LRS sering melakukan Liturgis, hal itu menandakan bahwa Lasma Rohana Siregar seolah tidak melanggar aturan dan peraturan HKBP, tandasnya.

            Salah seorang jemaat HKBP Martoba mengaku bermarga Hutasoit mengatakan, seorang sintua di HKBP tidak diperbolehkan melakukan perzinahan/ perselingkuhan, hal itu melanggar Hukum Tarurat (patik) ke 7 dan patik ke 10, bila benar terjadi perselingkuhan yang dilakukan sintua LRS, Pendeta HKBP Martoba dan para sintua harus berani mengambil tindakan tegas untuk meng RPP sintua itu, tidak boleh melindungi perlakukan perselingkuhan, katanya menerangkan aturan dan peraturan di HKBP.

            Bila ada Pendeta, Bibelvrow, Diakones dan sintua yang melindungi perselingkuhan yang dilakukan sintua, sebaiknya Pendeta, Bibelvrow, Diakones dan sintua yang melindungi itu harus dipecat dari Gereja sebab Gereja itu sangat sakral, jangan karena ada uang suap atau makanan yang disediakan sintua pelaku selingkuh itu sehingga para pengetua Gereja melindunginya, Gereja ini sangat berbahaya dan para Pendeta, Bibevrow, Diakones dan sintua bukan lagi panutan bagi jemaatnya, hati- hati hukum Tuhan berlaku ujarnya dengan tegas.

            Bila Pendeta, Bibelvrow, Diakones dan sintua HKBP Martoba sudah terkontaminasi dan melindungi sintua pelaku selingkuh, seharusnya Praeses Distrik Sumatera Timur harus melaporkan masalah ini ke Ephorus HKBP supaya diberikan tindakan tegas kepada pelindung kejahatan perzinahan itu, akan tetapi bila ikut serta Praeses melindungi perbuatan perselingkuhan itu, alangkah naibnya para pengetua gereja itu, bukan lagi sebagai panutan tetapi menjadi pelindung kejahatan, katanya dengan geleng-geleng kepala.

            Sebagai contoh, ada oknum sintua di HKBP Sumber Sari Bandung melakukan perselingkuhan dengan sesama sintua, Pendeta dan para sintua dengan tegas memberikan sanksi kepada sintua pelaku selingkuh, dipecat, karena itu sudah mencemarkan nama baik Gereja. Kenapa sintua selingkuh di GHKBP Martoba dilindungi, ada apa, apakah Pendeta, Bibelvrow, Diakones dan oknum sintua menerima sesuatu dari sintua selingkuh itu sehingga tidak dipecat, diminta kepada Ephorus HKBP dan Praeses HKBP Distrik Sumatera Timur untuk mengambil tindakan tegas terhadap sintua pelaku selingkuh dan kepada Pendeta, Bibel, Diakones maupun oknum sintua yang melindungi ditindak tegas, kata salah seorang jemaat HKBP di Bandung yang menginginkan Aturan dan Peraturan HKBP ditegakkan.

            Beberapa sintua HKBP di Jakarta dan Bandung yang mendapat Whatssapp (WA) dari Surat Kabar Sinar Surya untuk minta tanggapan dan pendapat, rata-rata sintua di HKBP Jakarta mengatakan sintua pelaku perselingkuhan harus dipecat karena perbuatannya itu sudah mencemarkan nama Gereja. Pendeta dan Sintua HKBP Martoba harus berani mengambil tindakan tegas terhadap sintua pelaku selingkuh, bila Pendeta dan sintua HKBP Mertoba tidak berani mengambil tindakan tegas, suatu saat jemaat bisa berontak melawan kezaliman yang diperbuat Pendeta dan para sintua yang tidak konsisten dengan Aturan dan Peraturan HKBP, tandasnya.

            Yang paling aneh dalam permasalahan perselingkuhan itu, keluarga dan saudara Lasma Rohana Siregar merasa keberatan St Lasma Rohana Siregar dipecat dari sintua HKBP Martoba dan ada oknum yang mengancam Sellina Malau bila St Lasma Rohana Siiregar dipecat dari sintua HKBP karena terungkap kasus perselingkuhannya, maka yang membongkar kasus itu akan saya hadapi dan bila perlu akan saya tindas, begitu salah satu info yang diterima Sellina br Malau.

            Sangat disayangkan pelaku selingkuh St RBM dan St LRS yang diwawancara melalui surat wawancara No. 032/Ww-Red-SS/VII/2018 tanggal 20 Juli 2018 dan No. 34/Ww-Red-SS/VIII/2-018 tanggal 20 Agustus 2018, kepada Pendeta Marudut Naibaho, STh No. 33/Ww-Red-SS/VIII/2018 tanggal 20 Agustus 2018, Sintua UK Manurung No. 40/Ww-Red-SS/VX 2018 tanggal 28 September 2018, kepada Ephorus HKBP No. 041/Ww-Red-SS/IX/2018 tanggal 15 September 2018 dan No. 023/WW-Red-SS/IV/2019 tanggal 28 April 2019 dan ke[ada Pendeta HKBP Martoba, Pdt Dominggo Tambunan, STh No. 041/Ww=Red-SS/VI/2019 tanggal 10 Juni 2019, yang ditembuskan ke Kepala biro Personalia HKBP Pusat, Kepala  Departemen Marturia, Praeses HKBP Distrik Sumatera Timur, sampai saat ini belum ada jawaban/ klarifikasi dari yang bersangkutan, semua petinggi HKBP pada bungkam.

            Surat wawancara dan rekaman pengakuan perselingkuhan tersebut dikirim juga kepada Ephorus HKBP melalui Nomor WA Sekretars Khusus HKBP (081396348xxx), Sekjen HKBP Pdt Farel Sibuea (081318561xxx), kepala Biro Persolia Pdt Josmar Sinaga (081322041xxx), Kepala Departemen Marturia Pdt Anna CH Vera Pangaribuan (08116253xxx), Pdt Martonggo Sitinjak (08116200xxx), Praese HKBP Distrik Sumatera Timur Robert Pandiangan (081377037xxx) dan WA sintua HKBP Martoba sebanyak 25 Nomor, Guru SMAN Pematang Siantar sebanyak 15 nomor, belum ada yang menanggapi yang serius, hanya beberapa orang sintua menyarankan agar berdamai saja anta pelapor dan terlapor, katanya menyedihkan.

            Permasalahan perselingkuhan yang dilakukan sintua bukan perseteruan dengan pelapor, akan tetapi Gereja adalah lingkungan sakral sehingga sintua yang melakukan pelanggaran hukum Gereja pasal 7 “Dilarang berzinah, selingkuh, berhubungan intim yang bukan suami/ isterinya, berpakaian tidak pantas, berkata kotor dan suka film porno,” dan pasal 10 “Dilarang merampas hak orang lain.” Dan pasal 4. “ Dilarang bidat berkotbah dirumahnya atau di Gereja” seharusnya sintua yang melakukan perzinahan harus dipecat, mampukah Pendeta HKBP Martoba melakukan pemecatan terhadap sintuanya yang berbuat zinah/ selingkuh atau akan melindunginya, jemaat HKBP Martoba akan melihat.             Diharapkan kepada Ephorus, Sekjen, Kepala Biro Personalian dan Pejabat terkait HKBP untuk menindak tegas sintua pelaku perselingkuhan di HKBP Martoba, karena itu mencoreng nama baik HKBP. (Amry Malau)