Berita Utama Hukum

IPSI & PPSI Datangi Polres Sukabumi

Sukabumi, sinarsuryanews.com – Beberapa pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Pengurus Pencak Silat Indonesia (PPSI) Pengcab Sukabumi, mendatangi kantor Polres Sukabumi tadi siang pada Senin (29/07) sekira Pukul13:00 WIB. 

Kedatangan mereka bertujuan akan mengadukan dan melaporkan terkait dugaan penghinaan dan pecemaran nama baik dengan tuduhan adanya tulisan di media sosial oleh salah seorang beritisial US yang mencatut nama Seni Bela Diri Budaya Sunda “POLITIK PENCAK SILAT”.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan bahwa telah diterima Laporan Pengaduan (Lapdu) oleh petugas piket Reskrim, pada tanggal 29/07/2019, atas nama Haryadi sebagai ketua PPSI Kabupaten Sukabumi Pengurus Cabang IPSI dan beserta PPSI bersama-sama mendatangi kantor Polres Sukabumi yang didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum dan HAM (LBH-PHH) Cabang Sukabumi dan beberapa perwakilan dari pengurus cabang dan anggota pencak silat di Sukabumi yang membawa puluhan perwakilan paguron.

Menurut Nugraha, SH dari LBH-PHH Cabang Sukabumi sebagai kuasa hukum kepada wartawan membenarkan bahwa laporan ini diduga adanya pencemaran dan penghinaan berdasarkan dugaan UU No 19 tahun 2016 perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik) dan Pasal 27 ayat 3 tentang Penghinaan dan atau Pencemaran Nama Baik, jo Pasal 45 ayat 3, ancaman hukuman pidana paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta.

Ketua PPSI Dedi Haryadi (67) mengatakan, pengaduan tersenbut telah mencatut nama Seni Bela Diri Pencak Silat Asli Budaya Sunda, yang ditulis dalam beranda status group dan branda pribadinya. Yang diduga telah melecehkan dan menghina Persatuan Pecak Silat dalam dua postingan yang berbeda di media sosial (medsos) dengan nama akun facebook atas nama Umar Sinaga.

“Sebelum datang ke kantor Polres Sukabumi, kami melakukan rembukan atau rapat intern pengurus IPSI & PPSI Pengcab Sukabumi, lalu disepakati oleh pengurus dan anggota karena ada masalah serius, adanya penghinaan dan pencemaran nama baik oleh an “US” tersebut di medsos (facebook),” tegasnya.

“Kami di dorong untuk melakukan pengaduan ke polisi resor Sukabumi dengan sepakat ratusan pengurus melihat sangat antusias dan banyak yang mengucap kan “SALAM OLAH RAGA” jika tidak ada tindakan tegas secara hukum,” ujarnya.

Sementara di media sosial facebook sudah beredar ramai diposting sejak hari Selasa tanggal 23/07/2019 lalu. Di salah group WADAH ASPIRASI MEMBANGUN SUKABUMI LEBIH BAIK , “Kondektrur teriak “Cianjur-Bandung” penumpang penuh eh supirnya malah kabur. Politik Pencak Silat. Dan ada satu postingan lagi disalah satu akun pribadinya “jangan salahkan ibu mengandung TAPI salahkan bapa yg menggoyang politik pencak silat.” oleh sdr “US”.

Masih menurut Haryadi alias abah Dedi Haryadi, kami datang mengadukan karena merasa tersinggung dan merasa dinodai nama Seni Budaya Sunda Jawa Barat, disebut sebagai “Politik Pencak Silat”.

“Tadi kami datang dan diterima oleh pihak beberapa anggota reskrim polres Sukabumi sebelum diterima pengaduan kami diajak berbincang dan tanya ada persoalan apa yang bisa dibantu,” menurutnya.

oleh anggota dan alhamdulillah walaupun belum di buatkan LP resmi, respon dari pihak kepolisian oleh anggota yang sedang berjaga piket diterima oleh petugas piket Reskrim karena menurut pihak kepolisian akan dipelajari dahulu.

Haryadi yang sering disapa Abah Dedi saat diwawancara di halaman parkir Polres Sukabumi yang didampingi Kuasa Hukum Nugaraha, SH dari LBH-PHH Cabang Sukabumi membeberkan kepada wartawan media ini.

Menurutnya, jika kasus ini tidak diproses hukum maka dipastikan ribuan anggota akan menekan kami, untuk diproses secara hukum di Polres Sukabumi yang terdiri dari beberapa perguruan pencak silat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya. “Mungkin seluruh Indonesia yang membawahi ribuan anggota pecinta seni sunda pencak silat untuk dibajuhitamkan seluruhnya,” bebernya.(My_Kuncir|Kowsi)