Berita Utama Hukum

Marak Bangunan Liar di Kampus, Politeknik TEDC Bandung Diduga Kebal Hukum

Cimahi, Sinarsuryanews.com – Politeknik TEDC Bandung, sebagai salah satu tempat menuntut ilmu tingkat Perguruan tinggi di Kota Cimahi, Jawa Barat saat ini sedang melakukan pembangunan beberapa fasilitas kampusnya yang diduga tidak memiliki Izin. Hal ini disampaikan oleh Plt. Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat Kinerja Rakyat Independen Sikapi Pemerintah (Sekjen LSM KERISTA) Gunawan Sitanggang kepada Wartawan Sinar Surya, di ruang kerjanya.

Kepada Sinar Surya, Gunawan menuturkan bahwa pihak Politeknik TEDC Bandung terindikasi telah melanggar beberapa aturan dan peraturan daerah terkait perizinan untuk mendirikan Suatu Bangunan.

“Kami sudah melakukan Kroscek ke Lokasi Kampus Politeknik TEDC Bandung, disana kami melihat adanya beberapa fasilitas kampus yang sudah dibangun namun kami yakini itu tidak memiliki ijin. Selain Bangunan Berbentuk Ruangan, terdapat juga fasilitas Jalan yang dibangun Persis diatas Badan Sungai. Kami kurang paham dengan Pola Pembangunan Politeknik TEDC Bandung. Sepertinya memang menggunakan bangunan Liar yang diduga dijadikan Fasilitas Kampus. Mungkin saja Pihak TEDC Ingin mewarnai Kampusnya dengan Bangunan-bangunan tak berizin, Atau malah melakukan Pengembangan Bangunan Liar dan tak berizin di wilayah kampusnya,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, “Setahu kami, Pemkot Cimahi tidak sulit memberikan Izin Mendirikan Bangunan, tapi kalau kemudian Pihak Politeknik TEDC Bandung bisa membangun fasilitas-fasilitas  kampusnya tanpa ada izin, mungkin pemilik yayasannya sudah kebal hukum. Nanti kita buktikan, ini yang menjadi tugas kami untuk mendesak Pemkot Cimahi untuk segera menertibkan bangunan-bangunan tak berizin itu”.

“Kalau Pemkot Cimahi juga tidak mampu menertibkan, berarti benar yang bersangkutan sudah kebal hukum,” katanya pada Sinar Surya.

Berdasarkan pantauan Wartawan, di lingkungan Kampus Politeknik TEDC Bandung, tampak 1 Bangunan Gedung utama dengan 4 Lantai. Di lantai dasar gedung utama tersebut tampak Ruang Laboratorium dengan beberapa perlengkapan mesin dan alat kelistrikan. Namun Sinar Surya tidak menemukan adanya kelengkapan alat pemadam kebakaran yang disediakan secara manual maupun yang melekat pada gedung tersebut. Dari sisi luar, gedung utama tersebut tampak telah menutupi badan sungai yang melintas persis didepan gedung.

Selanjutnya, mengarah ke bagian lainnya pada kampus tersebut terdapat bangunan  jalan yang dibangun oleh pihak kampus dengan menutupi badan sungai. Kemudian tampak beberapa bangunan ruangan yang diduga dijadikan sebagai fasilitas kampus.

Humas Politeknik TEDC Bandung Sdr. Deni, kepada wartawan, menyampaikan bahwa atas bangunan gedung utama yang menutupi badan sungai, pihaknya beralasan bahwa sungailah yang menyerobot lahan mereka.

Dikatakannya, karena seharusnya sungai tersebut tidak melintas dari depan gedung utama, dalam petanya sudah ada gambarnya, namun karena Pemkot Cimahi tidak punya anggaran untuk mengembalikan sungai tersebut sesuai dengan gambarnya, maka terjadilah demikian.

“Kami sudah Pernah juga berupaya untuk mengembalikan Jalur Sungai itu sesuai dengan Gambar yang ditentukan, tapi karena kami terbentur masalah Pendanaan, maka itu kami batalkan,” katanya.

Terkait Masalah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Pihak Yayasan yang diwakili oleh Leo, kepada Wartawan memperlihatkan foto copy Ijin mendirikan Bangunan atas Bangunan Gedung Utama. Namun atas bangunan lainnya, pihak yayasan tidak dapat memperlihatkan IMB.

Menurut Leo, bahwa IMB yang asli diminta oleh pihak Pemkot Cimahi. Dia Mengatakan bahwa “Kami sudah siap menanggung konsekuensi dari pemerintah maupun aparat yang berwenang, jika memang nantinya kami dinyatakan akan bersalah,” katanya. (Red)