Berita Utama Pendidikan

Mbak Tutut : Pesantren Miliki Peran dalam Pembangunan

Kab. Tasikmalaya, Sinarsuryanews- Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut Soeharto putri) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) dua putri Cendana ini kerkunjung di Tasikmalaya belum lama ini. Setibanya dua Putri elite Cendana ini disambut hangat berbagai kalangan masyarakat Tasikmalaya tanpa bisa dihitung jumlah.

Pada kunjungan ini, Mbak Tutut Soeharto putri dalam pidato singkatnya menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam pembangunan.“Bapakku, sewaktu masih jabat Presiden. Beliau selalu mengingatkan, bahwa peran pondok pesantren itu sangat luar biasa dan membantu pemerintah,” kata Mbak Tutut.

Dalam perkembangan bangsa di zaman globalisasi ini, Mbak Tutut juga mengingatkan pentingnya pendidikan budi pekerti. Pondok pesantren menurutnya, merupakan sarana pendidikan dengan cakupan luas, terkhusus ilmu agama. Anak-anak muda berpikir agama dan perilaku sopan itu penting. Kita harus ingat bahwa kita punya orangtua yang harus kita hormati.  Saya yakin, anak-anak di Tasikmalaya sangat hormat pada orangtuanya,” ucap Mbak Tutut.

Mbak Tutut juga mengajak agar masyarakat Tasikmalaya berbuat kebaikan bersama untuk kemajuan bangsa dan negara. Beliau juga berharap agar calon legislatif (caleg) Berkarya yang terpilih harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Kesulitan para petani harus bisa dijawab dan diperjuangkan oleh para caleg. Kita harus berbuat untuk kebangkitan bangsa dan negara Indonesia,”pesan Mbak Tutut.

Mbak Tutut Soeharto putri pun melakukan kunjungan ke Kabupaten Tasikmalaya di Islamic Centre Singaparna, pada Jumat (1/2/2019), berharap agar caleg Berkarya yang terpilih harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Suasana terlihat hangat, manakala temu wicara berlangsung antara Tutut Soeharto dengan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

Tutut meminta siapa pun yang ingin bertanya, dipersilahkan naik ke atas panggung. “Ayo sini dekat saya. Kita ini sama tinggi, sama rendah tidak ada bedanya. Kita mahluk Allah SWT,” ucap Mbak Tutut, langsung disambut tepuk tangan hadirin puluhan ribu warga masyarakat tasikmalaya.

Aam Kamaludin seorang perwakilan petani dari Tasikmalaya, naik ke atas panggung. Aam mewakili mengeluhkan kebijakan pemerintah yang memberatkan para petani. “Kami berharap agar kebijakan tidak menggencet petani,” minta Aam

Atas keluhan itu Mbak Tutut meminta agar para caleg Berkarya jika terpilih harus bergerak memperjuangkan petani agar kehidupan mereka sejahtera. “Ada padi varietas unggulan, kalau pertanian di daerah maju. Maka akan berpengaruh ke nasional. Ini harus kita perjuangkan untuk para petani,” tandasnya.

Adapun M. Rahmatullah, perwakilan pedagang, berharap koperasi yang dipelopori Partai Berkarya bisa mempelopori koperasi yang lebih baik kedepannya.

“Zaman Orde Baru (Orba) koperasi ini lahir. Saya berharap Partai Berkarya bisa mempelopori koperasi lebih baik,” ujarnya.

Mbak Tutut pun mengamini bahwasanya di zaman Orba, Pak Harto selalu mengutamakan koperasi. Dengan slogan yakni yang kuat membantu yang lemah dan yang lemah juga harus bantu yang kuat, saling sinergi. Siti Hardijanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut Soeharto, didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, bersilaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di Islamic Centre Singaparna, pada Jumat (1/2/2019).

Berlanjut dengan Reza Fajrullah. Dia merasa prihatin atas angka pengangguran yang meningkat di Indonesia, yakni tercatat 31.000.Reza mengatakan, setelah lulus SMA, banyak anak muda dari Tasikmalaya maupun daerah lainnya yang ingin kuliah, tapi terkendala biaya. Padahal, menurutnya, kampus itu bukan hanya milik orang kaya, tapi semua anak bangsa dari keluarga tidak punya.

“Masyarakat daerah Tasikmalaya juga ingin kuliah, tapi pendidikan mahal. Mohon Partai Berkarya memperjuangkan,” harapnya.

Terkait pendidikan mahal, Tutut Soeharto memberi solusi. “Pak Harto membuat Yayasan Supersemar, sekarang ditangani Ibu Mamiek, adik saya. Yayasan ini bisa bantu sekolah maupun kuliah. Bahkan banyak yang sukses jadi menteri,” ujarnya.

Terakhir, Leni Latifah yang mengeluhkan kenaikan harga sembako. Namun, Leni bersyukur, berkat dirinya gabung dengan koperasi Mustika, kehidupannya bisa terbantu. Tapi dia berharap ke depan, ibu-ibu di kabupaten Tasikmalaya bisa ditingkatkan Sumber Daya Manusianya (SDM). Dengan senyum ramah, Mbak Tutut Soeharto mengatakan, pihaknya melalui Yayasan Damandiri bisa membantu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Caleg Berkarya harus siap untuk memperjuangkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Jadi, pilih caleg Berkarya,” tutupnya dengan semangat.  (W. Hendrayana)