Berita Utama Hukum

Pabrik Pakan Burung di Sukamukti Katapang Lancar Beroperasi Tanpa Miliki Ijin

Kab Bandung, Sinarsuryanews.comBermula adanya informasi dari masyarakat yang ada di desa Sukamukti Kec.Katapang Kab Bandung tentang keberadaan Pabrik Pakan Burung milik CV. Ebod Jaya yang berkantor pusat di Cimahi yang sudah dan telah beroperasi 1 tahun lebih. Pabrik tersebut telah beroperasi tanpa terlebih dahulu memiliki IMB, maupun tentang perijinan sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam Undang – undang maupun Peraturan Daerah Kabupaten Bandung. Setidaknya ada dua persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendirikan bangunan atau gedung pabrik yakni persyaratan administratif dan persyaratan teknis, tetapi beda halnya dengan Pabrik Pakan Burung milik CV. Ebod Jaya yang sudah beroperasi diduga belum memiliki perijinan yang lengkap, dimana hal tersebut dapat dan sangat merugikan Pemerintah Daerah maupun Negara kerena dugaan telah terjadi Pengelapan Pajak Penghasilan dari hasil produksi yang diedarkan di pasaran.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan konfirmasi dengan pihak CV. Ebod Jaya pada 5 Agustus 2019 untuk menanyakan keberadaan pabrik yang telah berdiri kurang lebih 1 Tahun, yang dijawab oleh Perdian mengatakan kepada Sinar Surya “Apa urusan wartawan menanyakan perijinan perusahaannya, karena itu bukan merupakan ranahnya, dan kalau mau tanya perijinan dan sebagainya langsung saja ke Nanjung Cimahi karena pusatnya ada disana dan tanyakan saja ke RT/RW maupun pihak Desa dan Kecamatan.”

Ketika Perdian dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh team Sinar Surya, dia sempat terpancing emosi dan mengundang Babinkantitmas dan Babinsa Kec. Katapang yang bertugas di wilayah desa Sukamukti, yang sempat membuat suasana di Pabrik tersebut sempat memanas dari kedua belah pihak, tetapi hal tersebut berangsur reda denga kehadiran Radian yang merupakan pemilik Pabrik Pakan Burung, dimana Radian yang dikonfirmasi seputaran adanya dugaan permasalahan tidak dan diduga belum memiliki Perijinan dan IMB.

Radian menjawab kepada wartawan bahwa perusahaannya telah memiliki IMB, tetapi untuk perijinan yang lainnya belum dimiliki, baik dari ijin Tetangga/ Ijin Gangguan dan sebagainya karena masih dalam proses pengurusan dan sudah dititip kepada orang lain, tetapi Perdian tidak menyebutkan siapa orang lain yang dimaksud.

Ketika diminta tanggapan dari Hendra yang juga ikut serta pada saat konfirmasi di lokasi Pabrik mengatakan kepada Sinar Surya bahwa jika ada Pabrik berdiri tetapi belum memiliki Perijinan yang lengkap maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) seperti yang telah diatur dalam Undang – Undang dan peraturan lainnya tentang tata cara Pendirian Bangunan Pabrik seharusnya belum bisa beroperasi, karena menurutnya itu adalah suatu pelanggaran yang sangat serius.

Dia juga mengatakan akan melaporkan hal dugaan pelanggaran tersebut kepada Bupati Bandung maupun Satuan Polisi Pamong Praja selaku penegak Perda di Kab. Bandung agar dapat memberikan tindakan dan sangsi yang tegas kepada CV. Ebod Jaya serta memberhentikan seluruh aktifitas yang ada di seputaran pabrik  sebelum seluruh perijinannya lengkap dan kalau ijinnya sudah lengkap baru bisa beroperasi. **(WN)