Berita Utama Ekonomi & Bisnis

Rini: Ketersediaan BBM Jelang Lebaran Lebih Baik

Semarang, Sinar Surya – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan kesiapan PT Pertamina (Persero), terutama Marketing Operation Region (MOR) IV Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayani masyarakat menjelang mudik Lebaran 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“MOR IV ini akan menjadi daerah paling padat pada masa liburan Hari Raya. Jadi tadi saya sudah mendapat presentasinya dan melihat sendiri kesiapannya insya Allah lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pengapon, Semarang milik PT Pertamina di Semarang, Jumat.

TBBM Semarang merupakan salah satu urat nadi penyuplai kebutuhan BBM di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti Kendal, Batang, Pekalongan, Semarang, Karimun Jawa, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Grobogan dan Blora.

Untuk mengamankan pasokan BBM saat mudik Lebaran, Terminal BBM Semarang menyiagakan 145 truk tangki BBM dengan total kapasitas 3.280 kiloliter (KL) serta ditambah dengan empat unit Mobile Dispenser yaitu truk tangki BBM yang dilengkapi dengan dispenser sehingga bisa langsung mengisikan BBM ke kendaraan.

Menurut Rini, mudik tahun ini akan lebih menantang karena sarana jalan tol yang sudah lebih panjang dan ada jalan tol fungsional.

Namun, ia mengemukakan, pemerintah akan terus memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pendistribusian BBM selama Ramadan dan Idul Fitri 2018 dapat beroperasi maksimal, demi kenyamanan dan kelancaran pemudik.

“Yang saya juga sangat senang bahwa tahun ini betul-betul disiapkan adanya premium. Jadi di semua titik 20 persen ada premiumnya. Ini penting,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyastuti mengatakan salah satu tantangan dalam pendistribusian BBM di Jawa Tengah adalah peningkatan konsumsi BBM dan potensi kemacetan yang diproyeksikan terjadi di pintu keluar tol Gandulan-Pemalang, Krapyak-Semarang, serta Ngasem-Kartosuro.

Jika secara nasional konsumsi BBM diproyeksikan mengalami puncaknya pada 9 Juni 2018, maka puncak konsumsi BBM di wilayah Jawa Tengah khususnya Semarang dan sekitarnya diprediksi terjadi pada 14–16 Juni 2018, ujarnya.

Berdasarkan data tahunan, pola konsumsi BBM masyarakat yang sudah tiba di kampung halamannya, akan meningkat pada satu hari sebelum Lebaran hingga Lebaran kedua.

Konsumsi tertinggi di wilayah Semarang dan sekitarnya diprediksi mencapi 6.522 KL atau naik 34 persen dari konsumsi harian.

“Pertamina siap melayani masyarakat dan kami pastikan bahwa masyarakat dan pemudik tidak mengalami kelangkaan BBM selama Ramadan dan Idul Fitri,” demikian Nicke Widyastuti. (ant)