Berita Utama Politik

Tolak Revisi UU KPK, Alissa Wahid: KPK Lemah Negara Dijarah

Jakarta, sinarsuryanews.com – Putri Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid, Alissa Wahid, mengkritik revisi UU KPK. Revisi UU No 30 Tahun 2002 itu dinilai sebagai bentuk penjarahan terhadap negara.

Alissa mengungkapkan penolakannya terhadap revisi UU KPK lewat akun Twitter-nya sejak beberapa hari belakangan. Sejak sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan persetujuan terhadap revisi UU KPK, ia sudah concern terhadap isu itu.

“Selama ini upaya pengerdilan @KPK_RI lewat Revisi UUKPK selalu ditolak dengan suara rakyat. Apakah benar, kalau keputusan DPR minggu ini bisa menggiring pak @jokowi menjadi Presiden pertama yang melakukannya? #TolakRevisiUUKPK,” tulis Alissa di Twitter pada 9 September 2019, Sabtu (14/9/2019).

Alissa terus menyuarakan penolakan. Ia menyoroti soal keputusan DPR yang secara kilat menyusun revisi UU KPK, apalagi di akhir periode anggota DPR ini.

“Banyak Operasi Tangkap Tangan menunjukkan korupsi bagai kanker stadium 4. Siapa yang dipaksa bebenah? KPK. Caranya? Revisi UU yang tidak masuk Prolegnas ujug2 diproses. Waktu hanya 3 minggu untuk memproses “penguatan KPK”. DPR-nya jemawa ‘tidak butuh masukan rakyat’. Percaya, gitu?” kata Alissa.

Kakak Yenny Wahid ini kemudian menceritakan pengalaman keluarga Gus Dur berinteraksi dengan KPK. Alissa mengisahkan integritas pegawai KPK yang bahkan menolak pemberian air putih darinya.

“Pengalaman saya sama. Litbang KPK pernah datang ke TK kami, mengobservasi proses penanaman nilai di sekolah. Saya suguhi air putih saja ndak mau. Menjaga kode etik,” tuturnya.

Alissa pun menegaskan bagaimana ayah dan ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, yang terus konsisten membela KPK. Ia menegaskan keluarga Gus Dur menolak adanya pelemahan terhadap lembaga antirasuah itu, termasuk lewat revisi yang disetujui oleh Presiden Jokowi.

“Mendengarkan Ibu saya yang gagah-berani cerita beberapa hari lalu nangis dari sejak sholat dhuha sampai siang, memikirkan @KPK_RI. Sedih,” ucap Alissa.

“Alhamdulillah, keluarga Ciganjur tetap dalam posisi sama: menolak pelemahan KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi. sejak #GusDur membela KPK di Cicak vs Buaya jilid 1 sampai saat ini, tak terpengaruh siapa yang sedang melucuti KPK & siapa yang berkuasa,” lanjut Alissa.

Dia pun menegaskan keluarga Gus Dur tidak mendasarkan pembelaan terhadap nama-nama tertentu terkait isu ini, termasuk Presiden Jokowi. Bahkan Alissa me-retweet cuitan dari beberapa tokoh yang mengkritik Jokowi karena menyetujui revisi UU KPK.

“Keluarga Ciganjur juga tetap istiqomah untuk tidak mendasarkan pembelaan kepada nama-nama tertentu, misalnya membela pak Jokowi atau membela bang Novel Baswedan (yg matanya sudah sulit melihat, tetapi pada perilaku sistemik semisal regulasi yang melucuti kapasitas KPK,” urainya. *(dt)