Berita Utama Kabar Daerah

Warga Tanjungwangi Minta Bupati Tunda Pelantikan Kades Terpiilih

Subang, Sinar Surya – Pemilihan Kepala desa serentak se-Kabupaten Subang tanggal 5 Desember 2018 tampaknya banyak yang bermasalah karena Panitia memihak salah seorang calon Kades seperti yang terjadi di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang.

          Panitia Pilkades yang diduga kuat bekerjasama dengan calon Kades petahana bertekad untuk memenangkan sesuai selera Panitia, sehingga terjadi Pilkades curang, dimana Panitia memberikan surat suara kepada pemilih yang dibawah umur (videonya sangat beredar luas di masyarakat), surat suara ada yang tidak pakai stempel Panitia, penghitungan suara yang tergesa-gesa untuk menutupi kecurangan Panitia, jadi kemenangan Calon Kades Petahana Budi Santoso dianggap menang karena kecurangan.

          Masyarakat sudah protes ke kantor Pemerintahan Desa Kab. Subang, akan tetapi Kabag Pemdes tidak ambil pusing, diduga Pejabat Pemdes ikut main curang dalam Pilkades di Desa tanjungwangi itu.

          Saat pilkades tanggal 5 Desember 2018 di Desa Tanjungwangi, pihak Kepolisian Sektor Cijambe juga ada disana akan tetapi ketika terjadi laporan lisan oleh masyarakat ke pihak Kepolisian yang memantau Pilkades tidak berbuat sesuatu seolah diam, seharusnya anggota Kepolisian pengamanan Pilkades harus menangkap pemilih yang dibawah umur.

          Menurut warga Tanjungwangi kepada Sinar Surya salah seorang masyarakat yang menangkap pemilih yang dibawah umur (video beredar) dan menanya pemilih tersebut, namun ada panitia yang mengancam dia jangan dilanjutkan pertanyaan, itu urusan panitia berarti panitia jelas bermain curang untuk memenangkan petahana, diduga panitia menerima imbalan sehingga segala cara dibuat untuk memenangkan petahana.

          Setelah beberapa hari pencalonan dan masyarakat selalu protes dan demo agar Kades terpilih jangan dilantik Bupati, salah seorang Panita Pilkades Ujang mengatakan kepada 2 orang Calkades (Ade Sopyan dan Edi Hidayat) ditambah perwakilan 4 Calon Kades yakni, Dede Wahyudin (Dangiang Damar), Herman Paul, dan Gilang saat bareng minum ngopi, Ujang berkata kalau kasus Pilkades yang selalu dipersoalkan, panjang urusannya, sebaiknya yang dibuka adalah kasus korupsinya saja supaya dia masuk penjara katanya.

          Menurut Ujang dihadapan para calkades yang kalah dan perwakilan 4 calkades itu, ada yang siap membongkar kasus korupsi Budi santoso asalahkan masyarakat Tanjungiwangi siap menanggung anak istrinya selama di penjara bersama Budi Santoso, siapa yang paling mengetahui korupsi itu, penegak hokum dapat bergerak memeriksanya, supaya kasus korupsi di desa Tanjungwangi semasa dijabat Budi santoso terbongkar.

          Bupati juga diharapkan mendengar suara rakyat yang meminta Kades Terpilih desa tanjungwangi jangan dilantik karena kecurangan yang dilakukan Panitia bekerjasama dengan Calon Kades Petaha, tunda Kades Terpilih sebelum titik terang Permainan kongkalikong Panitia itu terbongkar.

          Pelanggaran yang dilakukan Panitia pilkades adalah warga yang belum cukup umur banyak yang memilih, surat suara yang tidak pakai stempel, penghitungan suara yang tidak mengindahkan teguran saksi, panitia tidak menerima laporan masyarakat, panitia tidak melakukan Calkades secara adil dan setara, Panitia menerima pemilih yang tidak terdaftar di daftar calon pemilih yang  diyakini mrlanggar pasal 20 dan pasal 41 Perbup No. 75  tahun 2018 yakni Tim pengawas Pilkades mempunyai kewenangan mengawasi dan mengendalikan seluruh tahapan penyelenggaran Pilkades, menerima laporan pelanggaran yang berkenan dengan proses pemilihan, menindaklanjuti laporan pelanggaran berkenan dengan pelanggaran proses Pilkades,.

          Tim Pengawas Pilkades berkewajiban : memperlakukan calon Kades secara adil dan setara, melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Pilkades, meneruskan temuan dan laporanyang merupakan pelanggaran kepada pihak berwenang, menyampaikan laporan kepada camatatas pelaksaan tugas pada akhir masa tugasnya melalui BPD.

          Pasal  41 berbunyi : Pemilih yang menggunakan hak pilih, harus terdaftar sebagai pemilih, Panitia pemilihan mengumumkan waktu pendaftaran calon pemilih paling lambat 7 harisebelum pendaftarancalon pemilih dilaksanakan, Pelaksanaan pendaftaran calon pemilih dilaksanakan selama 7 hari.

Disamping permasalahan korupsi desa Tanjungwangi yang dilakukan Kades Budi Santoso. (BS), kasus Pilkades Curang yang dilakukan Panitia pilkades dengan calkades petahana (terpilih), issu yang sangat beredar ada perselingkuhannya dengan perempuan yang punya suami (diduga perselingkuhan itu sudah lama terjadi) kata warga kepada sinar Surya.

“Oleh karena hal itu, warga Desa Tanjungwangi meminta kepada bupati yang baru dilantik, tunda dan gagalkan pelantikan Kades terpilih Desa Tanjungwangi Kec Cijambe (Budi santoso), masyarakat tetap protes. Pengharapan warga kepada Bup[ati mohon direspon, jangan sampai masyarakat tidak mengakui Kadesnya dan usut kasus korupsi dan perselingkuhannya, agar Kades terpilih bukan orang koruptor, Pilkades Tanjungwangi harus diulang,” tandasnya. (EF dan UW)