Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu: Diancam Oleh Tim Bupati Indramayu,FPI Tetap Demo.

Kabar Daerah, Politik102 Dilihat

Indramayu, SinarSuryaNews.Com —
Berdasarkan keterangan dari Masdi KORDUM (koordinator Umum) Unras FPI bahwa sejak malam Senin sudah banyak yang menghalang – halangi agar Unjuk rasa Senin diganti dengan audensi.

Selain itu, terjadi pula pemboikotan dari dalam sendiri sejumlah elemen FPI yang tadinya siap hadiri Unras, kemudian menyatakan mengundurkan diri.

Sebagian nutup kontak dan kemudian dua kali pertemuan terakhir jam 11malam di cafee Zak Kasatpol PP Pemkab.Indramayu dan PLT Dinas Lingkungan Hidup H.Aep. S serta unsur APH menyampaikan hal yang sama bahwa bila FPI memaksa Unras pada hari Senin “Bupati akan menutup jalur usaha saya, Saya ga paham apa maksudnya itu,” tutur Masdi dalam rekaman suaranya yang diterima Sinar Surya.


Unjuk rasa (Unras) FPI pada Senin 12 September 2022 sangat banyak di apresiasi oleh masyarakat pemerhati di Indramayu yang menyoroti permasalahan seputar proses AMDAL atas sejumlah perusahaan besar dan menengah dimana dampak lingkungannya sangat krusial bahkan masalah AMDAL Pabrik Gula Rajawali Nasional Indonesia (PGRNI) sudah menjadi isu nasional yang beroperasi tanpa AMDAL.

Demikian pula dengan perluasan Industri hilir PERTAMINA seperti Politama Provindo yang mengelola produksi biji plastik dengan bahan baku provilin, salah satu limbah MIGAS. Hal keduanya tentang peredaran SOLAR dipasar hitam pelabuhan nelayan.

Sementara yang paling diapresisai sejumlah masyarakat tentang ketidak harmonisan Bupati dengan Wakil Bupati Luky Hakim yang di non jobkan. Akan tetapi semua anggaran daerah terkait posisi Wabup semua dikeluarkan meski tidak dinikmati Wabup “inikan terindikasi korupsi kalau Luky Hakim mau ngomong bila masalahnya bergulir ke masalah hukum” tutur tim hukum MARHAEN Indramayu.

Aksi Unras kali ini sebenarnya dipicu oleh kurang apresiatifnya pihak Pemkab Indramayu atas masukan masyarakat baik diperingati dengan pemasangan spanduk spanduk ditempat tempat bermasalah hukum tidak di follow up. Didemo juga cuek – cuek bebek dan hanya janji janji yang tidak jelas.

Berkenaan dengan keprihatinan roda pemerintahan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dalam hal pemberian izin usaha, pemufakatan APBD, Kebijakan penyaluran CSR serta pembiaran usaha yang tidak semestinya. Maka kami yang bergabung dalam Forum Peduli Indramayu (FPI) Forum Pelangi, Pusat Advokasi & Pekerja Seni Indramayu (PAKSI), Warung Nusantara 88 (WN88) Wadya Warta Nusantara (WNN), Laskar Merah Putih (LMP )Indramayu , Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri (FKPPI), Brigade 08, Sawardi Siliwangi Indonesia ( Indramayu) Ikatan Pedagang Pasar (IPP) & HIGERPIN. Akan melakukan AKSI DAMAI terkait “Kesewenang-wenangan Pemberi Kebijakan Dalam Pemberi Izin Usaha Maupun Pengguna Anggaran”.

Demikian body surat pemberitahuan FPI yang ditujukan kepada Kapolres Indramayu 10 September 2022 lalu. Terkait acara demo ke 2 FPI Senin 12 September 2022. Demo kali ini dibatasi hanya 150 orang peserta “yang penting aspirasinya sampai ke tujuan dan kegiatan ini tidak menganggu aktifitas masyarakat terutama pengguna jalan” tutur Ketua DPC WN88 Ahmad Nur Irsyad saat dihubungi melalui selulernya Minggu 11 September 2022..


Urip Triandi Ketua Umum Wadya Warta Nusantara selaku Korlap unjuk rasa menyebutkan bahwa demo kali ini disebutnya sebagai jilid II karena apa yg disampaikan sama dengan yang dituntut dalam UNRAS pertama yakni Issue:
1. Perizinan & Infrastruktur
2. Ketidk harmonisan Bupati & Wakilnya
3. Bubarkan Perumdam
a) BPR KR
b) PDAM dan
c) BWI.

Ir.Iwan Hendrawan sesepuh Marhaenisme Indramayu dan sesepuh GMNI Indramayu juga mantan ketua DPRD Indramayu dari F.PDIP menilai bahwa isu UNRAS kali ini bersifat pragmatis kecuali no 2 bersifat politis “kedua duanya sama pentingnya disikapi dan sebetulnya tidak pantas kelak ada UNRAS ke 3 nya”, untuk hal yang sama sebab akan membuktikan ketidak mampuan kepala daerah dalam mengelola Indramayu ini. Masalahnya publik sudah sangat tidak menyukai pengkerdilan dan perlakuan Bupati terhadap wakilnya. Apalagi cara caranya mengelola Perusahaan Umum Milik Daerah (PERUMDA) sampai sampai ada masyarakat seperti bung Oo yang secara terbuka mengirim surat yang didalamnya mengulas tentang terjadinya management sampah.

Itukan kata masyarakat sebagai pemegang saham PERUMDA Dimana mereka berhak mendapat informasi secara terbuka, ucapnya di sebuah cafee tidak jauh dari gedung DPRD Indramayu kemaren.
.Seperti yang pernah diberitakan media ini ,FPI adalah forum yang baru beberapa bulan dibentuk di Indramayu, nama FPI sama sekali tidak ada kaitannya dengan FPI nya Habib RS sang legendaris yang baru keluar bui akibat dosa berkerumun dan Swab yang sudah dikaji hukum itu. Namun entah bagaimana pada Unras pertama beberapa Minggu lalu jumlah petugas pengamanannya tampak lebih banyak dari pada peserta Unras, mungkin antisipasi berkaitan alumni 212 di Indramayu cukup banyak yang mungkin takut masyarakat salah persepsi tentang FPI yang satu ini sehingga alumni 212 ikut hadir.

Dalam aksi demo pertama dan aksi pemasangan banyak spanduk, baik tentang bangunan liar disepanjang bantaran kali Cimanuk Wilayah Kecamatan Sindang terutama pabrik kerupuk di Desa Kenanga . Juga saat Unras selalu ada yang menyikapi meski hanya Kasatpol PP dan yang berkompeten lainnya. Akan tetapi apa yang dijanjikan akan dikoordinasikan. Hingga kini tidak ada buktinya sehingga wajar ada Unras 2 dan bahkan konon kalau perlu Unras ke 3 dan selanjutnya seperti yang pertama.Unras ke 2 ini kami janji akan nyampaikan ke meja Presiden sebab kami anggap Indramayu ini sudah salah urus tutur seorang awak FPI Jumat baru lalu. (Han’s.Bdg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *