Kab. Bandung, Sinarsuryanees.cim — Fungsi pembangunan jalan adalah untuk menghubungkan berbagai tempat, memfasilitasi pergerakan orang dan barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas ke fasilitas umum seperti pendidikan dan kesehatan, serta akses ke pasar dan peluang bisnis. Jalan juga berperan dalam meningkatkan konektivitas regional, mengurangi kemacetan, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan potensi pariwisata. (22/09/25)
Seperti proyek pembangunan jalan yang telah direncanakan oleh dinas PUTR Kabupaten Bandung diberbagai tempat, dimana, pada pelaksanaannya diduga banyak tidak sesuai dengan RAB dan Gambar Rencana/kerja, Khususnya pada proyek penunjukan langsung (Juksung ) hal itu disinyalir merupakan bahan bancakan dari para pejabat PUTR Kab. bandung dengan Penyedia jasa atau rekanan kental yang setiap tahun selalu mendapat jatah proyek untuk mengerogoti anggaran keuangan negara.
Seperti halnya pembangunan jalan yang berlokasi di jalan Sadang margahayu tengah, kec. Margahayu, kurang lebih sepanjang 100 M (diduga kuat merupakan proyek siluman. Red) dimana, pekerjaan tersebut baru selesai dikerjakan pada awal bulan September 2025 oleh penyedia jasa sudah mengalami kerusakan fatal, diduga hal itu terjadi, karena lemahnya atau tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh pihak PUTR Kab. Bandung, sehingga penyedia jasa bebas mengerjakan pekerjaan tersebut secara asal asalan dan tidak perlu lagi mengacu pada RAB dan Gambar rencana.
Kepala bidang jalan PUTR kab.Bandung Eri Hermawan,.S.T.,M.T pada saat di konfirmasi perihal pekerjaan jalan Sadang Margahayu tengah melalui Whatsapp, sangat disayangkan, yang bersangkutan tidak memberikan komentar atau jawaban apapun.
Pasca selesai berkumonikasi dengan kabid jalan PUTR Kab.Bandung, salah seseorang yang mengaku dari perwakilan penyedia jasa menghubungi media ini, agar bisa bertemu untuk berkomunikasi, karena mendapat arahan dari pihak PUTR Kab. Bandung, seiring waktu, media ini dan perwakilan penyedia jasa bertemu di seputaran jalan Kopo Sayati, dimana pada pertemuan tersebut, perwakilan penyedia jasa menjelaskan bahwa nilai proyek tersebut sangat minim, hanya sekitar 100 juta, disana tidak ada pekerjaan drainase, benar bahwa pekerjaan jalan sudah ada yang rusak, penyebabnya adalah karena tidak ada drainase, disitu merupakan aliran air dari pembuangan masyarakat sekitar, kami juga sudah meminta kepada dinas PUTR untuk menambah anggaran, agar bisa di buat drainase, tetapi tidak disetujui. Jalan sadang juga hampir setiap tahun selalu di kerjakan, tapi tetap akan rusak juga, penyebabnya karena tidak ada drai asi yang memadai, ujar perwakilan dari penyedia jasa.
Warga sekitar jalan Sadang pada saat dikonfirmasi terkait kerusakan jalan sadang, dimana baru selesai dikerjakan, si warga yang tidak mau disebutkan nama nya mengatakan pada media ini, ” kami warga disekitar sini sangat kecewa dengan pekerjaan dari pemborong, dimana, baru sudah rusak parah, tetapi pihak PUTR tidak ada tindakan lagi,” ujar si warga. (Red)






