Cilacap Akan Dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Industri Berskala Nasional

Cilacap, Sinar Surya – Sejumlah isu strategis pembangunan dibahas oleh Bupati Cilacap, dalam acara morning tea di ruang Gadri Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (27/4/2018) pagi. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Setda Cilacap, Kepala Divisi Korporasi dan Komersil Bank Jateng Kantor Pusat Semarang Antoni Winarno, dan GM Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana.Dijelaskan, kebijakan pemerintah pusat memproyeksikan Cilacap sebagai kawasan strategis nasional. Di dalamnya ada 32 ribu hektar lahan yang siap digunakan untuk pengembangan industri berskala nasional.

Rencana tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi, saat singgah di Kabupaten Cilacap beberapa waktu lalu.

“Pemerintah memang punya rencana besar untuk Kabupaten Cilacap. Saya beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden dan Menteri PUPR untuk membahas persiapan ini”, kata Tatto.

Dijelaskan, pemerintah memberikan pilihan bagi Cilacap untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus maupun industri nasional. Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan merealisasikan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cilacap – Tasik, Cilacap – Tegal, dan Cilacap – Yogyakarta  pada 2019.

Demikian juga pelabuhan, akan dikembangkan menjadi prasarana berstandar internasional.

“Di sini juga ada pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, dari total 35.000 megawatt (MW) yang dikembangkan, 5.000 MW diantaranya ada di Cilacap. Kita baru punya 3.000 MW”, tambahnya.

Bupati berharap, pesatnya perkembangan industri di Cilacap juga diimbangi serapan tenaga kerja lokal yang memadai. Jangan sampai warga asli Cilacap menjadi penonton di daerahnya sendiri, tanpa bisa ikut menikmati hasil pembangunan yang terpusat di Cilacap. Masyarakat didorong untuk berkreasi dan berinovasi, serta meningkatkan kapasitasnya untuk bersaing di dunia kerja.

“Jadi kalau dulu diterapkan birokrasi monopilistik, di era saya berlaku birokrasi competitive government. Biarkanlah Cilacap maju jadi Singapore of Java, tapi masyarakat jangan hanya jadi penonton saja”, tegas Bupati. (**/Sangidun/KMI/dny/kominfo)