Exploitasi Tanah Citarum Diduga kuat diperjual Belikan

Berita Utama470 Dilihat

Kab Karawang, SinarSuryanews.com, – Pengerukan Sungai di wilayah Katalaya Rengasdengklok di nilai janggal, ada dugaan exploitasi tanah bantaran yang di perjual belikan oleh oknum dan pihak – pihak tertentu yang membutuhkan tanah citarum dengan kapasitas besar. Tampak antrian mobil dumptruck dan pick up lalu lalang untuk mengangkut tanah merah sungai citarum secara bergiliran sesuai dengan antrian, Jumat (04/06).

Ketika di tanya para sopir pengangkut tanah memberikan keterangan yang berbeda-beda. Menurut para sopir yang mengatakan “tanah disini sesuai pesanan saja dan banyaknya riitase bagaimana jarak jauh dekatnya. Ada juga yang mengatakan tanah bila belum ada pesanan maka di tumpuk dulu di tanggul, selain itu mobil angkut juga ada yang kelola di sini pak marsel sebagai pelaksana di lapangan “ungkapnya.

Operator becho menambahkan “kalau alat berat ini mah milik swasta dan sudah beroperasi dua bulan, saya sudah biasa di citarum sejak 2019 dan untuk pengurusnya salah satunya adalah satgas di sini. Coba saja tanya langsung pengurusnya di lapangan dengan pak marsel, nah dia yang atur semua kegiatan pengerukan ini “ucapnya.

Taslim sebagai perwakilan pengelola di lapangan menjelaskan, “alat berat memang kami sediakan untuk mengangkut tanah ke armada, masalah lokasi pengiriman biasanya sopir truck sudah punya lobang buang masing-masing, satu kali angkut 100 ribu karena kita juga kan memikirkan sewa alat berat perjamnya 120 ribu dan bbm, intinya perritase 100 ribu buat truck dan pick up 40/50 ribu sekali angkut.

“Kita juga sudah kordinasikan dengan satgasnya dan kami sudah dua bulan disini, untuk saat ini satu mobil ada yang 30 rit dan untuk mobil yang stanbay ada 15 unit, yah saat ini kategori sepi biasanya ramai, yang jelas kita sudah kordinasi untuk kegiatan ini “pungkasnya.

Sangat disayangkan sektor 19 satgas citarum masih bungkam saat di konfirmasi terkait apa yang menjadi temuan di lapangan berdasarkan investigasi langsung media, sampai berita ini di tayangkan.(WN)