Diduga Masih Kerap Cemari Lingkungan, Rumah Makan Ampera Disidak Sektor 22 Citarum Harum.

Berita Utama286 Dilihat

Bandung, SinarSuryaNews.com – Sidak yang dilakukan Satgas Citarum Sektor 22, Rabu (08/06) pada Rumah Makan Ampera yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Nomor 618, Kelurahan Majahlega Kecamatan Rancasari.

Rumah makan Ampera tersebut sudah beroperasi 20 tahun, tetapi sangat disayangkan masih kurang ramah lingkungan. Instalasi Pengolahan Air Limbahnya masih sangat buruk. Meskipun telah memiliki bak penampungan ipal, diduga limbahnya masih tidak aman serta belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan Undang – undang tentang Lingkungan hidup. Dalam sidak tersebut, Ba Ops Sektor 22 Satgas Citarum Harum Peltu Aris Santoso, Serma Misbakhudin bersama Dansub 9 Peltu Ikhwan Maryudin dan anggota bertemu langsung dengan Neneng, bagian oprasional Rumah Makan Ampera.

Ba Ops Peltu Aris Santoso menjelaskan, “Bak kontrol ada, akan tetapi dalam pengolahannya masih belum baik, terbukti banyak selat yang menumpuk, sepertinya selama ini belum pernah ada pengangkutan”. Ungkapnya.
Lanjut Aris, untuk di area outlite nya juga masih berwarna kuning, masih ada selat yang terbuang dan PHrendah, mengandung kadar asam tinggi.


Peltu Ikhwan selaku Dansub 09, kedepan secara rutin akan melakukan pengawasan terhadap Rumah Makan Ampera ini.
“Akan kami control seminggu sekali, atau secara berkala sampai pengolahan limbahnya dinyatakan telah sesuai dengan baku mutu.

Neneng bagian Oprasional RM. Ampera mengucapkan terimakasih atas kehadiran Satgas Citarum Harum Sektor 22, ini merupakan salah satu upaya kami kedepan untuk perbaikan pengolahan air limbah yang ada di Rumah Makan Ampera ini.
“Kami juga sangat berterima kasih, atas koreksi dan masukannya, semoga kedepannya kami bisa melakukan pengolahan air limbah lebih baik lagi serta akan terus meningkatkan kebersihan”. Ucapnya.

Peltu Aris menambahkan, “Ini baru pertama kita sidak, karena satgas sifatnya hanya pembinaan, kalau masih bisa kita bina ya kita bina, kita arahkan terus agar limbah yang dihasilkan bagus sesuai baku mutu air, “pungkasnya.

“Terus dihimbau agar pelaku usaha bisa kooperatif untuk mengelolah limbahnya secara maksimal, pasca sidak akan kita cek lagi hasil ipalnya, itu masuknya sub 09, “jelas Baops dan Dansub lewat pesan singkat.

Sangat disayangkan pihak dari dinas LH kota Bandung sebagai garda terdepan dalam hal Gakkum tidak hadir, akankah program Citarum Harum yang sudah berjalan 4 Tahun lebih bisa berhasil ataukah hanya isapan jempol ? (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *