Hati-Hati ! Oknum Sarjana Pendamping Kementerian RI Bergentayangan Menipu Korbannya dengan Dalih Buat Oleh-Oleh ke Kementerian

Subang, Sinar Surya – Menyikapi banyaknya kucuran-kucuran dana Hibah dari Pemerintah,hal ini dimanfaatkan oleh segelintir mafia dana hibah mengaku Sarjana Pendamping Kementerian RI yang sekaligus dirinya menjadi Oknum Sarjana Pendamping membabi buta menipu masyarakat dengan jalan merekrut mereka untuk mengikuti pelatihan program dana Hibah yang menurutnya akan di kucurkan Pemerintah yang tidak lepas dari pungutan dana sampai ratusan ribu perorang dianjurkan sang Oknum dengan dalih buat oleh-oleh ke Kementerian,Setelah uang di Gendol Lepas Tangan.
Manuver cantik Penipuan ini telah dimainkan Oleh Elisa Budi Utomo warga Cimahi dirinya mengaku Sarjana Pendamping Kementerian UKM RI yang diduga keras telah menipu masyarakat dengan iming-iming pencairan dana Hibah sekitar Rp.13000 000 perorang dari Kementerian Koperasi dan UKM RI priode tahun 2017.
Permainan cantik sang oknum ini telah berhasil merekrut 40 orang masyarakat untuk mengikuti pelatihan Wirausaha Pemula (WP)dari beberapa Kabupaten di Indonesia yang tidak lepas memungut dana dengan dalih buat oleh-oleh ke Kementerian dari calon WP agar pelaksanaan pelatihan WP cepat dikabulkan.Disayangkan setelah mengikuti pelatihan apa yang dijanjikan Elisa Budi Utomo hasilnya nol alias tidak ada pencairan dana Hibah buat mereka.Elisa hanya bisnis dana buat oleh-oleh setelah di gendol lepas tangan.
Menurut keterangan Asep Nasa selaku Ketua Divisi UMKM Kabupaten Subang priode tahun 2017 dirinya merasa telah tertipu Oleh Elisa Budi Utomo warga Cimahi mengaku sebagai Sarjana Pendamping Kementerian UKM RI dan dirinya di tugaskan untuk merekrut Calon Wirausaha Pemula dari beberapa Kabupaten di Indonesia untuk mengikuti Program Wirausaha Pemula(WP)dengan iming-iming pencairan dana hibah Rp.13.000 000 peranggota.
Asep Nasa menegaskan,”Kami warga Subang merasa tertipu oleh Elisa Budi Utomo yang mengaku Sarjana Pendamping dari Kementerian UKM RI yang telah merekrut sekitar 40 orang warga Subang untuk menjadi anggota WP dan akhirnya iming-iming pencairan dana Hibah tersebut bohong.
Lanjut Asep Nasa Saya selaku ketua Divisi UMKM Kabupaten Subang bersama 39 anggota telah mengikuti Pelatihan di Fave Hotel sekitar 9 Mei 2017 lalu selama satu hari satu malam dan mendapat Sertipikat dari Kemenrian UKM RI sebagai anggota Wirausaha Pemula Kabupaten Subang periode tahun 2017,ucapnya.
Masih tutur Asep Nasa,untuk diketahui Kami mengikuti pelatihan Wirausaha Pemula (WP)dan menjadi anggota Wirausaha Pemula (WP)bukan hanya menginginkan Sertipikat Pelatihan yang menurut Elisa Budi Utomo bahwa Sertipikat Pelatihan merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi di samping persyaratan lain,tapi Kami mengikuti Pelatihan WP ini ingin mendapatkan dana Hibah sesuai yang di iming-imingkan oleh Elisa Budi Utomo di awal perekrutan sekitar Januari 2017 lalu dan sampai sekarang Elisa Budi Utomo tidak bertanggungjawab.
Untuk di ketahui pula oleh orang Kementerian UKM RI,kami direkrut oleh Elisa Budi Utomo yang mengaku Sarjana Pendamping tidak lepas dari Pungutan Dana perorang sekitar Rp.200 000,00 (dua ratus ribu rupiah)di kali 40 0rang yang menurut Elisa dana tersebut buat oleh-oleh dari kami buat kekementerian sesuai perusahaan masing-masing yang kami ajukan.
Disamping pungutan dana tersebut setelah pelatihan 9 Mei 2017 lalu,kami telah memberikan uang transfor serta uang tunai Rp.4000 000,00 sebagai uang pengajuan Rekomendasi dari tingkat Propinsi yang merupakan juga sebagai persaratan pengajuan yang ditujukan ke Deputi Pembiayaan.
Untuk diketahui jumlah kerugian Kami di princi sejak awal ketemu Elisa dari perekrutan,persyaratan dan segala macam tektek bengek sekitar 20 juta termasuk potocopy proposal,Barkot dan persyaratan lain seperti NPWP,IUMK dan lain-lain yang telah Kami lengkapi.
Masih Penuturan Asep Nasa,Kami betul-betul telah di tipu dan di kelabui oleh Elisa Budi Utomo warga Cimahi mengaku Sarjana Pendamping Kementrian UKM RI,karena setelah menggembol uang dari Kami Elisa tidak bertanggung jawab,bahkan malah mengundur-undur waktu denga alasan harus membikin proposal pengajuan baru,sampai beberapa kali.Dan sampai sekarang bulan Agustus tahun 2018,Elisa tetap tidak bertanggung jawab.
Padahal kami sering minta peretanggungjawaban Elisa bukan untuk pencairan tapi pengembalian uang yang telah di gendolnya melalui nomor HP Elisa 081294240839 tapi tetap tidak ada nyali untuk mengembalikan.Dan Elisa pernah balas lewat pesan singkat,saat di pinta pertanggung jawaban untuk pengembalikan dana yang telah di gendolnya,wakru itu Elisa membalas mebalas “Sedang Berupaya”.
Menjelang Akhir tahun 2017 saya pernah menghubungi Anang Rachman selaku Kabid Lembaga Kewirausahaan Kementerian UKM RI yang telah bertemu dengan kami waktu pelatihan 9 Mei lalu di Subang,dan di jelaskan permasahan ini.Pada saat itu Anang mengatakan bahwa dari pihak Kementrian tidak ada pungutan biaya apapun atau gratis untuk program Wirausaha Pemula ini,mengenai pungutan yang telah dilakukan oleh Elisa itu menjadi tanggung jawab Elisa sendiri,ucapnya.
Selain Kami sebagai Warga subang, yang mengaku telah tertipu oleh Elisa, Eni warga Lahat selaku ketua Divisi UMKM Kabupaten Lahat dirinya sama merasa telah di tipu oleh Elisa Budi Utomo dengan Modus yang sama.Bahkan menurut keterangan Eni dirinya pernah menghubungi Elisa dan mempertanyakan pertanggungjawaban Elisa Terhadap warga lahat yang telah dikelabuinya,”Elisa membalas saya tidak akan membawa-bawa orang kementrian untuk di tarik oleh KPK dan segala macam permasalahan ini menjadi tanggung jawab saya sediri,ucap Elisa melalui pesan singkat terhadap Eni Lahat,sebagai ketua Divisi UMKM kabupaten Lahat yang sekaligus tetangga Elisa karena menurut Eni Elisa itu punya anak dan suami di Lahat.Dan sekarang di Cimahi bersuami lagi.
Kesimpulan dari Kami selaku warga Subang,”Untuk Selanjutnya saya mohon perhatian agar pihak kementerian UKM RI menindak lanjut yang bersangkutan yang telah mencoreng nama baik Kementerian dan agar tidak bertambah korban berikutnya dengan modus yang sama.Karena saya yakin Elisa selagi hidup atau bernyawa akan tetap bergerak dan mencari mangsa yang mengatasnamakan pelaksana progam pemerintah dan sebagai Sarjana Pendamping Kementerian. (Asep Nasa)