
Bandung, sinarsuryanews.com – KOPRI PC PMII Kota Bandung menyelenggarakan Halal Bihalal dan Dialog Kebangsaan yang bertemakan “Merawat Kembali Nilai-Nilai Nasionalisme Pasca Pemilu”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 21 Juni 2019 yang berlokasi di Aula Gedung KNPI Kota Bandung yang dihadiri oleh 60 peserta lintas organisasi se-Kota Bandung.
Prosesi halal bihalal dan dialog kebangsaan ini diprakarsai oleh Nurfauzy Abdillah selaku ketua pelaksana pada acara tersebut. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yaitu Yosep Yusdiana selaku Aktifis Jawa Barat dan Mabinda PMII Jawa Barat, Lolly Suhenti selaku Komisioner Bawaslu Jabar yang diwakili oleh Iji Jaelani (staf) dan Hendra Guntara selaku ketua DPD KNPI Kota Bandung.
“Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya rekognisi sosial di masyarakat mengenai pemilu, karena pemilu merupakan mandat konstitusi yang menjadi bagian dari kita semua selaku masyarakat Indonesia. Jangan sampai demokrasi dan pemilu menjadi antagonis, kontra produktif dan pemuda harus mampu menjadi garda terdepan dalam meredam potensi konflik. Masyarakat harus diarahkan untuk berfikir rasional dalam memaknai paham berbangsa dan bernegara pada konteks demokrasi yang beradab,” ujar ketua pelaksana.
Yosep Yusdiana (Mabinda PMII Jawa Barat) mengatakan bahwa nasionalisme bukan suatu wacana baru dalam perkembangan berbangsa dan bernegara. Nasionalisme menjadi penting di negara karena berhubungan dan bersinggungan dengan politik kebangsaan di negara ini. Menurutnya, momentum ini harus dijadikan pijakan dalam menata masa depan politik kebangsaan. Nasionalisme berangkat dari satu keagungan cita-cita anak bangsa bukan atas dasar momentum saja namun nasionalisme harus tetap dibangkitkan.

Disambung dengan materi yang disampaikan oleh Staf Komisioner Bawaslu Jabar Iji Jaelani menurutnya, “Kita tahu bahwa pemilu serentak ini menjadi pemilu paling rumit yang dimana ada beberapa hal yang menjadi penyebab karena begitu peliknya mekanisme, karena adanya sistem proporsional terbuka yang berarti semua caleg berkompetisi dengan internal partai sendiri. Kemudian dari sisi tahapan pemilu ini merupakan pemilu terpanjang. Dengan adanya residu politik yang terjadi pada 2014 lalu kemudian mencuat, lalu budaya pragmatis yang tidak bisa dipisahkan maka output dalam kemajuan nasionalpun tidak tercapai karena hanya sekedar memprebutkan kursi. Pemilu hari ini dalam pandangan bawaslu adalah pemilu yang demokratis dengan beberapa catatan dan residu-residu politik yang tidak selesai yang perlu kita olah bersama.”
Hendra Guntara selaku ketua DPD KNPI Kota Bandung mengemukakan sudut pandang dari konteks kepemudaan. “Berbicara mengenai nasionalisme pasca pemilu dari dulu menjadi sebuah wacana yang tidak harus diperdebatkan. Kita sebagai generasi muda harus mampu memerankan dimana posisi kita. Kita lahir dari nuansa dan romansa sistem feodal. Proses pemilu akan terus berjalan. KNPI didirikan untuk menaungi latar belakang dari berbagai macam organisasi kepemudaan, disini kita belajar dinamis belajar sebagai negarawan. Minimal dalam konteks membangun kesadaran diri kita,” ujarnya.
Titik tekan dalam kegiatan ini bahwa masih banyak agenda besar pembangunan bangsa yang harus diselesaikan bersama. Mulai dari merawat Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, memberantas korupsi, membangun masyarakat yang tertib hukum, serta merawat nilai-nilai nasionalisme. Maka sama halnya merawat Indonesia agar tetap majemuk dan damai dalam perbedaan.*** (Elisa Nurasri)






