Pembangunan Jalan di KBB asal jadi, Baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan Fatal dan dibayarkan 100%

oleh

KBB, SinarSuryanews.com,- Proyek pembangunan jalan diwilayah KBB yang telah selesai dilaksanakan oleh dinas PUPR pada T/A 2020 seperti pada Peningkatan Jalan Cihanjuang – Parongpong dengan nilai HPS Rp 2.926.934.027,86 dimenangkan oleh PT. riz giga utama alamat jl. raya sukatani no.31rt.02/02 bekasi nilai penawaran Rp 2.538.135.784,85 Peningkatan Jalan Cihideung – Ciwaruga dengan nilai HPS Rp 3.221.138.030,94 dimenangkan PT.Puspa satria nusantara alamat jl. ahmad yani gg samolo no.21 cipaisan purwakarta nilai penawaran Rp 2.742.554.828,07 dan Peningkatan Sersan Bajuri nilai HPS Rp 2.927.098.409,60 dimenangkan PT. ABADI HARUMAN JAYA Perum Cikunten Indah jl. winaya I no.4 kota tasikmalaya nilai penawaran Rp 2.401.341.000,00 dimana ke – 3 perusahaan pemenang proyek tersebut yang berasal dari luar daerah KBB diduga kuat dikendalikan oleh Kepala dinas PUPR KBB, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan jalan mulus tidak akan ada teguran dari pihak manapun baik itu dari PPK, Konsultan Pengawas walaupun pekerjaan tersebut hanya dikerjakan secara asal – asalan tanpa mengacu pada gambar kerja dan daftar kuantitas dan harga yang telah ditentukan dalam kontrak, hal itu terbukti dari kwalitas dan kwantitas pekerjaan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan fatal dimana – mana, tetapi semua pekerjaan tersebut diduga telah dibayarkan 100 % oleh dinas PUPR.
pemasangan agregat untuk bahu jalan terkesan asal jadi dan material yang pergunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak
melihat hasil dari pembangunan jalan yang baru seumur jagung tersebut sudah mengalami kerusakan dimana – mana, surat kabar sinar surya telah melayangkan surat konfirmasi pada tanggal 17 desember 2020 dengan nomor surat 90,91,92/sk-kl/I/2020 untuk mempertanyakan sampai sejauh mana dinas PUPR KBB melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa walaupun hasilnya buruk tetapi dapat dibayarkan 100% tetapi sangat disayangkan sampai berita ini diturunkan tidak mendapatkan tanggapan apapun, begitu juga halnya ketika diminta tanggapan dari Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR KBB Aan Sofyan melalui saluran seluler dia mengatakan “ya maaf belum bisa saya tanggapi, karena kegiatan tersebut belum di audit /diperiksa oleh inspektorat maupun BPK karena lembaga yang berhak mengaudit atau menghitung kalau memang ada kerugian negara di proyek adalah BPK, dan saya pelajari dulu data nya karena surat disposisi dari kepala dinas belum turun”

Ketika diminta tanggapan dari ketua umum LSM AKKSI Totor gultom yang juga dari aliansi aktifis anti korupsi jawa barat (A3KJB) tentang seluruh kegiatan pembangunan jalan yang ada di wilayah KBB pada anggaran tahun 2020 dia mengatakan kepada sinar surya “sangat banyak kegiatan pembangunan jalan diwilayah KBB yang bermasalah, baru selesai dikerjakan tetapi sudah rusak fatal, hal itu diakibatkan karena lemah atau tidak berfungsinya pengawasan yang dilakukan oleh PPK, Konsultan pengawas yang penting semua pekerjaan beres walaupun terkesan asal jadi tetapi bisa dan dapat dibayarkan 100% kepada penyedia jasa, hal itu dikarenakan semua pekerjaan yang ada pada dinas PUPR dikendalikan oleh kepala dinas atas perintah seseorang yang sangat berkuasa di KBB sehingga PPK maupun Konsultan pengawas tidak berkutik untuk menegur penyedia jasa, dan hal ini harus segera ditindak lanjuti sampai ke APH untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang ada di KBB khususnya pada dinas PUPR agar dapat memberikan efek jera, Pelaksana kegiatan berani berbuat curang dengan meraup keuntungan melebihi keuntungan yg telah di tentukan dan banyak pihak maupun pelaksana negara tidak berani menegur, diduga kuat karena sudah mendapat fee dari pelaksana kegiatan Permasalahan ini tidak bisa di diamkan harus diusut tuntas”
totor kembali menegaskan serta menghimbau kepada APH untuk segera menangkap dan memenjarakan para pembobol keuangan daerah, kamipun akan segera melakukan unjuk rasa di mabes polri dan kementrian sekertaris negara atas tindak lanjut dari seluruh kasus korupsi yang ada di KBB yang sedang ditangani oleh KPK dan Kepolisian Resort Cimahi. Bersambung.WN**