
Cilacap, Sinar Surya – Saluran irigasi primer daerah irigasi Cijalu Kiri di Dusun Sidamulya Desa Mulyadadi Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah kondisinya sangat memprihatinkan. Saluran tersebut penuh tertutup sampah dan lumpur sehingga tidak dapat mensuplai air ke sawah petani yang jumlahnya ratusan hektar di desa Mulyadadi Blok Begideran dan Blok Cimanyu Desa Pahonjean.
Saluran irigasi ini merupakan kewenangan dari Pemprov Jateng dari hasil pantauan awak media Koran Modus Investigasi Perwakilan Jawa Tengah bahwa di samping banyaknya sampah dan lumpur irigasi tersebut juga ada yang terputus akibat bencana banjir dari tahun 2015 sampai sekarang belum ada perbaikan dengan panjang tanggul irigasi yang jebol 15 meter dan hal tersebut memperparah sulitnya petani mendapatkan air walaupun sudah berusaha menyambungkan paralon di lokasi yang jebol namun paralon tidak efektif karena banyaknya sampah selalu mampet.
Sementara itu salah seorang warga irigasi bagian ujung bernama Madrusmin mengatakan, bahwa sampah-sampah tersebut bukanlah sampah yang dibuang oleh warga sini namun sampah-sampah tersebut berasal dari hulu yaitu dari warga Desa Jenang karena hulu irigasinya dari Desa Jenang di Selis.
“Biasanya malam baru mereka buang. Padahal irigasikan bukan tempat pembuang sampah,” kata Madrusmin.
Terpisah tokoh masyarakat desa Mulyadadi bernama Sangidun mengatakan, seharusnya oknum-oknum yang sering membuang sampah di irigasi berhenti membuang sampah tersebut dan membuang sampah di tempat pembuangan sampah saja karena irigasi bukanlah merupakan tempat pembuangan sampah.
Lebih lanjut Sangidun juga mengatakan bahwa sampah yang bertumpuk di saluran menyebabkan irigasi mampet dan air yang sangat ditunggu oleh petani terhambat apalagi saat ini sudah mulai musim tanam kedua sehingga air sangat dibutuhkan. Selain itu sampah-sampah tersebut juga mengeluarkan aroma yang menyengat hidung dan menyebabkan polusi udara yang mengganggu aktifitas warga di sekitar lokasi tersebut karena di sebelahnya juga merupakan pemukiman penduduk.
Ia berharap, pemerintah turun tangan membantu membersihkan tumpukan sampah di saluran irigasi yang panjangnya 600 meter tersebut.
“Kami juga berharap ada tindakan tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan di irigasi,” pungkasnya.
Saat tim investigasi mengkonfirmasikan permasalahan sampah ini kepada Kepala Desa Jenang bernama Carsito pihaknya mengatakan akan menyediakan bak-bak sampah untuk warga masyarakat di daerah irigasi dan ikut mengawasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke saluran irigasi. *(Sgdn/KMI)












