TOF 2019 Meriahkan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-18

Berita Utama, Wisata2872 Dilihat

Kota Tasikmalaya, sinarsuryanews.com – Tasikmalaya Oktober  Festival (TOF) 2019 merupakan event tahunan yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh warga Kota Tasikmalaya. Mereka sangat antusias dengan ikut serta memeriahkan dan terlibat langsung dengan menjadi peserta karnaval. Selain warga masyarakat, dinas-dinas terkait yang ada dalam pemerintahan Kota Tasikmalaya juga ikut berpartisipasi dengan memberikan penampilan fashion yang unik.

Kegiatan‎ yang menjadi ajang promosi potensi wisata dan investasi di Kota Tasikmalaya  terintegrasi dalam kegiatan  hari jadi ke-18 Kota Tasikmalaya, yang jatuh pada tanggal 17 Oktober.

TOF 2019 sendiri dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Festival itu menampilkan beragam seni yang wajib dipadukan dengan payung geulis. Penyandang disabilitas pun turut serta memeragakan karyanya di hadapan para pejabat provinsi kepala daerah setempat.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, kegiatan TOF merupakan program tahunan setiap memperingati HUT Kota Tasikmalaya. Budi minta kegiatan TOF ini jangan tiga hari tapi harus satu minggu, sebab itu ia ingin para pelaku UMKM manfaatkan waktu yang ada.

“Pameran budaya, hasil-hasil pembangunan dan produk UMKM yang menjadi unggulan di Tasikmalaya kita fasilitasi di sini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Tasikmalaya memiliki panorama alam, seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya. Sementara untuk kerajinan khas Tasikmalaya, antara lain ada Bordir Tasikmalaya, Payung Geulis, dan Kelom Geulis. Semua menjadi potensi luar biasa yang bisa menari wisatawan.

Pembukaan dan karnaval berlangsung di Jalan KH Zainal Mustofa. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, tanggal 13-15 Oktober. Sedikitnya 50 sanggar seni akan terlibat dalam event tahunan ini. Kegiatan karnaval ini mengambil rute dengan titik start di Taman Batu Andesit Taman Kota Tasikmalaya, lalu menyusuri Jalan HZ. Mustofa yang merupakan jantung Kota Tasikmalaya dan finish di Tugu Asmaul Husna, perempatan jalan Garawangi, di sini telah disiapkan panggung kehormatan untuk performance para peserta karnaval.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Tasikmalaya, Hadian mengatakan, TOF sudah menjadi agenda rutin yang digelar dalam memeriahkan HUT Tasikmalaya, yang mana tahun ini memasuki usia ke-18. Secara resmi, TOF 2019 akan dibuka Minggu (13/10/2019) pagi, dengan kegiatan karnaval atau helaran bertajuk “Gebyar Pesona Payung Geulis”.

Peserta karnaval akan start di Taman Kota Tasikmalaya, dan finish di perempatan Jl. Nagarawangi. Karnaval Budaya TOF 2019 terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Tasik Fashion Carnaval dan Tasik Jampana Festival. 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menuturkan, Tasikmalaya memiliki segudang potensi di sektor pariwisata, mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dan lain-lain. Untuk menunjang sektor pariwisata, Tasikmalaya juga mempunyai beragam event atau festival, baik skala nasional maupun internasional. Selain TOF, ada juga Festival Kuliner Tasikmalaya, Tasikmalaya Craft and Culture Festival, dan lain sebagainya.

“Tasikmalaya memiliki panorama alam, seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya. Sementara untuk kerajinan khas Tasikmalaya, antara lain ada Bordir Tasikmalaya, Payung Geulis, dan Kelom Geulis. Semua menjadi potensi luar biasa yang bisa menari wisatawan,” ujarnya. Momen ini bagi masyarakat dan wisatawan merupakan media untuk mengenal Tasikmalaya lebih dalam, terutama tentang potensi-potensi yang dimiliki, mulai dari seni, budaya, fashion, hingga kuliner khas daerah.  Event strategis berskala nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya sebagai salah satu media promosi untuk memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, perdagangan dan peluang investasi di Tasikmalaya. Potensi keanekaragaman industri kreatif di Kota Tasikmalaya yang lahir dari kreatifitas masyarakat harus dikembangkan. (Komala)