BANDUNG — Bandung Raya di ujung tanduk. TPA Sarimukti di Bandung Barat kapasitasnya sudah menipis, sementara TPPAS Legoknangka yang digadang-gadang jadi solusi regional hingga kini belum beroperasi. Presidium Corong Jabar mendesak Pemprov Jabar + 4 kepala daerah bergerak cepat sebelum “gunung sampah” benar-benar meledak.
Audiensi berlangsung Senin 8/6/2026 di Kantor DLH Jabar. Ketua Presidium Corong Jabar Yusuf Sumpena, S.H.,S.Pm. bersama jajaran diterima langsung Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu Regional Arief Perdana, S.T., didampingi Ahmad Rifai, S.T., M.T., Gugi Gunawan,S.Hut., M.P., dan Koordinator Humas Ahmad Afrizal.
*Sarimukti Nyaris Penuh, Legoknangka Molor*
Kang Iyus -sapaan Yusuf Sumpena- buka suara: TPA Sarimukti tiap hari menampung ribuan ton sampah dari Kota Bandung, Kab. Bandung, Cimahi, Bandung Barat. Umurnya sudah tua, kapasitasnya terbatas.
“Kalau Sarimukti tutup sebelum Legoknangka jalan, Bandung Raya bisa darurat sampah. Baunya, banjirnya, penyakitnya yang kena warga,” tegas Kang Iyus.
Fakta di lapangan: TPPAS Legoknangka di Nagreg ditargetkan jadi andalan pengolahan sampah berbasis teknologi. Tapi progresnya masih tahap pembangunan. DLH Jabar menyebut operasional paling cepat 2029. Artinya ada jeda 4 tahun Bandung Raya tanpa solusi regional.
*Corong Jabar: Jangan Tunggu Darurat, Gerak Sekarang*
Presidium Corong Jabar kasih 3 desakan konkret ke Pemprov + 4 kepala daerah Bandung Raya:
1. *Percepat Legoknangka* – Pangkas birokrasi, kejar target operasional. Jangan 2029 kalau bisa 2027.
2. *Perkuat TPS 3R + Bank Sampah* – Kurangi sampah dari sumbernya. Warga, RW, kelurahan wajib pilah sampah organik-anorganik.
3. *Sanksi tegas pembuang liar* – Pasar, industri, kontraktor yang buang ke sungai/jalan harus kena denda + tutup izin.
“Jangan nunggu sampah setinggi rumah baru panik. Sekarang saatnya kolaborasi: pemerintah, swasta, kampus, komunitas, sampai RT/RW harus jalan bareng,” tambah Sekjen Corong Jabar Aep Alamsyah.
*DLH Jabar: Kami On The Track*
Menanggapi desakan, Kepala UPTD PSTR Arief Perdana bilang pembangunan Legoknangka sesuai timeline. Tahapan administrasi, teknis, dan infrastruktur lagi dikebut.
“Kami paham urgensi. Tapi proyek Rp1,7 triliun ini harus benar biar 30 tahun ke depan Bandung Raya nggak krisis lagi,” jelas Arief.
*Ancaman Nyata 2026-2029*
Kalau nggak ada percepatan, skenario terburuk:
1. Sarimukti over capacity → ditutup paksa
2. Sampah menumpuk di TPS, pasar, sungai
3. Banjir + wabah penyakit datang
Presidium Corong Jabar akan kawal ketat. Mereka minta DLH Jabar buka data progres Legoknangka tiap 3 bulan ke publik biar transparan.
“Bandung Kota Kembang nggak boleh kalah sama sampah. Ini soal harga diri warga Bandung Raya,” pungkas Kang Iyus. (Red)






