Portal Jembatan Sukamantri Jadi Polemik: Warga Minta Dibongkar, Kades Dan Tokoh Masyarakat Ngotot Pertahankan Alasan Keamanan

SUBANG UTARA — Harapan warga Desa Tambakjati dan Cicinde Selatan untuk membongkar atau memperlebar portal Jembatan Sukamantri kandas. Keinginan itu dihalangi tokoh masyarakat dan Kepala Desa Tambakjati dengan alasan konstruksi jembatan lemah dan rawan ambruk.

 

Portal yang membatasi kendaraan itu selama ini dianggap warga menghambat mobilitas. Tapi menurut tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Subang Fraksi Demokrat H. Ahmad Rijal, portal justru dipasang untuk melindungi jembatan.

 

*Kades & Tokoh Masyarakat: Portal Demi Keamanan Jembatan*

Saat ditemui di Kantor Desa Tambakjati, H. Ahmad Rijal bersama Kepala Desa Tambakjati menegaskan portal tidak bisa dibongkar.

 

“Jembatan dipasang portal untuk pemeliharaan agar tidak cepat rusak. Konstruksinya ada yang tidak sesuai ukuran, tiang pancangnya rusak, pondasinya sudah ditambal. Kalau dilewati mobil, jembatannya bergoyang. Kami khawatir kalau portal dibuka, jembatan cepat ambruk,” ujar H. Ahmad Rijal, Selasa 10/6/2026.

 

Untuk membuktikan, H. Ahmad Rijal mengajak awak media, Kades, aparatur desa, dan para kepala dusun mengecek langsung ke lokasi. Ia menunjuk tiang pancang tengah dan pondasi yang ditambal.

 

“Silakan cek sendiri, silakan turun ke bawah dan foto tiang pancang tengah sama pondasi yang ditambal,” tantangnya.

*Warga Minta Portal Dibongkar/Diperlebar*

Di sisi lain, warga Tambakjati dan Cicinde Selatan tetap berharap portal dibongkar, diperlebar, atau minimal penghalang atasnya dibuka. Tujuannya agar kendaraan bisa melintas leluasa tanpa hambatan.

 

Bukti dukungan warga itu dikumpulkan dalam bentuk tanda tangan. Namun justru tanda tangan tersebut dipersoalkan H. Ahmad Rijal.

 

“Saya menduga ada sekelompok orang yang memalsukan tanda tangan masyarakat. Saya langsung cek ke Dusun Dadut sambil bawa dokumen tanda tangannya. Kalau terbukti ada pemalsuan, saya akan proses hukum. Jangan-jangan yang mau portal dibongkar bukan keinginan mayoritas warga,” tegasnya.

 

*Jalan Tengah Diperlukan*

Polemik ini memperlihatkan benturan kepentingan: warga menuntut akses jalan lancar, sementara pemerintah desa menahan demi keselamatan struktur jembatan.

 

Hingga berita ini naik, belum ada uji kelayakan resmi dari Dinas PUPR Kab. Subang soal kondisi riil Jembatan Sukamantri. Warga mendesak pemerintah segera turun tangan melakukan audit teknis. Kalau jembatan memang kuat, portal diperlebar. Kalau lemah, segera perbaiki, bukan hanya pasang portal. (BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *