KBB, Sinarsuryanews.com — Keluarga besar ibu ai Neni telah secara tegas menyampaikan bahwa seluruh pemberitaan yang beredar di Platform tik tok terkait dengan beredar nya hal hal yang menjadi perhatian keluarga ,tidak sesuai dengan data yang sebenar nya.
Dalam penjelasan yang di sampai kan,keluarga menyatakan bahwa mereka telah melakukan verifikasi terhadap setiap poin yang di sebutkan dalam konten TIK TOK tersebut, setelah melakukan pengecekan terhadap berbagai sumber informasi yang akurat dan dapat di percaya,dan tidak satupun pernyataan dalam pemberitaan tersebut yang sesuai dengn kenyataan yang terjadi.
Data yang di gunakan dalam konten tersebut juga tidak berasal dari sumber yang Kredibel, bahkan sebagian besar di ambil secara individu, atau di buat tanpa melalui proses verifikasi yang tepat.
Keluarga besar ai Neni menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar seperti ini dapat memberikan dampak negatif yang signifikan. selain merusak nama baik keluarga Ai Neni sendiri, hal ini juga dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat yang melihat atau menyebarkan konten tersebut. Mereka berharap agar masyarakat dapat lebih cermat dalam menerima dan menyebar informasi,terutama yang ber sumber dari platform media sosial, dengan selalu memastikan dan validitas data yang di sampaikan.
“Selain itu keluarga juga menyampai kan bahwa mereka sedang melakukan langkah langkah yang sesuai dengan peraturan untuk menangani kasus penyebaran informasi salah ini, keluarga Ai Neni berkomitmen untuk menjaga kebenaran dan transparansi. Serta akan terus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat jika di perlukan,agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang muncul akibat pemberitaan yang tidak valid”
Tuduh tuduhan yang seperti nya sudah di konsep oleh pihak Asep Koswara Abas terhadap Ai Neni itu tidak benar, karna tidak berdasarkan fakta dan bukti bukti serta berkas yang di pegang pihak Bu Ai Neni, semua sudah sesuai prosedur, hanya saja dari pihak ketiga pa Asep Abas terus mencari cari masalah hingga meng hambat dan merugikan banyak pihak yang terkait, padahal steatment dari pihak Asep Abas yang di lakukan akan merugikan banyak pihak, tidak terkecuali Asep Abas sendiri”.
Pihak bu Ai Neni sudah sangat legowo dengan terjadi nya peristiwa ini, Walaupun dalam keadaan berduka, beliau tetap tegar berjuang demi identifikasi keluarganya,termasuk mengurus pemulasaraan jenazah salah satu anak dari Asep Koswara Abas yang bernama Astri Cahyani” Karna sudah ada pemasrahan secara iklas dari Asep Koswara Abas yg selaku orang tua kandung.
Jadi bu Ai Neni hanya menjalan kan tugas sebagai muslim untuk segera memakamkan jenazah anak tersebut,Namun secara tiba tiba setelah pemakaman berlanjut beberapa hari,Asep Koswara Abas dengan sengaja memposting vidio tik tok, menyebarkan fitnah perkara batu nisan” Selanjutnya tujuan fitnah ke bu Ai Neni mengklaim atas nama Bayu Nur Cahya, keyla, Deni Setiawan dan Dinilah yang di maksud di clan Asep Koswara Abas itu dari prihal apa”?
Bu Ai Neni hanyalah seorang pelapor utama di hari kejadian yang kehilangan keluarganya, yang termasuk kehilangan Astri dan Dinilah putri dari pa Asep Koswara Abas.
Tidak ada tujuan lain seperti yang di tuduhkan di akun tik tok yg sudah beredar, apalagi untuk mengclaim yang bukan haknya bu Ai Neni, adapun surat kuasa yang di tunjukan kepada yayang, itu berdasarkan hasil mediasi sepakat yang sebenar benarnya tanpa ada tekanan dari siapa pun kepada Asep Koswara Abas ,karna yayang adalah kaka se ibu dari Astri Cahyani,yang sama sama mempunyai hak waris.
Selain Asep Koswara Abas,sebagai pihak dari alm Nur Hayati ibu dari Astri dan dinilah, Dan terkait tuduhan kepada bu Ai Neni menyembunyikan jasad Dinilah hayati itu juga tidak benar,
Karna memang anak yang bernama Dinilah Hayati, Sobari dan Deni Setiawan, termasuk data Jasad yang belum di ketemukan di lokasi longsor Pasir Lango,beserta Jasad yang lainnya.”
(JS)






