Asap Pembakaran Arang Tempurung di Jalan Lingkar Pasar 6 Ganggu Warga Perumnas

TANJUNGBALAI, 4 AGUSTUS 2026 – Aktivitas pembakaran tempurung kelapa di Jalan Lingkar Pasar 6 kembali dikeluhkan warga Perumnas. Asap tebal yang mengepul dari lokasi pembakaran dinilai mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya penderita asma dan gangguan pernapasan.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan hari ini, terlihat tumpukan tempurung kelapa dalam jumlah besar dibakar di lahan terbuka. Asap putih pekat terus mengepul ke udara dan terbawa angin ke arah pemukiman warga.

 

Warga menyebut aktivitas ini sudah berlangsung selama 3 tahun. Keluhan paling keras terjadi beberapa waktu lalu ketika asap sangat tebal menyebabkan warga Perumnas sempat ribut dan protes.

 

“Setiap kali bakar, asapnya masuk ke rumah. Anak kecil sama orang tua yang punya asma langsung batuk-batuk dan sesak. Sudah 3 tahun kami tahan,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Saat dikonfirmasi, seorang pekerja di lokasi mengatakan pembakaran sengaja dilakukan pada siang hari. “Lebih cocok bakar siang hari. Ini juga sudah rancangan dari Kepling setempat,” ujarnya.

 

Pembakaran tempurung kelapa ini bertujuan untuk diolah menjadi arang. Arang tempurung dikenal memiliki nilai jual tinggi dan banyak digunakan untuk bahan bakar hingga kebutuhan ekspor.

 

Meski berdampak pada ekonomi warga, masyarakat berharap ada solusi agar usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan. Warga mengusulkan agar pembakaran menggunakan tungku tertutup atau dipindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan terkait izin dan pengawasan aktivitas pembakaran di Jalan Lingkar Pasar 6.

 

(UF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *