INI PENGHINAAN”, KETUM LSM WGMPA AKAN LAPOR APH: REHAB JALAN CANGKUANG 1 MILYAR APBD 2026 DISOROT DARI BETON RETAK HINGGA BALASAN SURAT TANPA KOP & TTD

BANDUNG – Proyek Rehabilitasi Jalan Cangkuang – Nagrak – Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung senilai Rp1.067.088.092 APBD TA 2026 disorot DPP LSM Wadah Generasi Masyarakat Peduli Aspirasi (WGMPA). Proyek dengan No Kontrak 602.1/KTR/RHJLJN.T.0055.443.02/DPUTR/III/2026 ini dikerjakan CV Sinar Nurleb dan dikonsultan CV Ketira Jaya, masa pelaksanaan 90 hari kalender terhitung 25 Maret 2026.

 

*Balasan Surat DPUTR Diduga Langgar Etika Administrasi*

 

Dyansen selaku Ketua Umum DPP LSM WGMPA mengatakan pada media ini, bahwa pihakna mengecam balasan surat klarifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kab Bandung terkait surat konfirmasi No. 0.23/DPP.LSM-WGMPA/KK/V-2026 tertanggal 4 Mei 2026.

 

“Balasan surat dari DPUTR tidak pakai kop surat resmi dan tidak ditandatangani pejabat DPUTR maupun Kepala Bidang Jalan. Ini penghinaan. Kami sebagai LSM juga berbadan hukum,” tegasnya, (22/06/26)

Menurutnya, tindakan itu melecehkan fungsi kontrol sosial masyarakat. “Hal ini akan segera kami laporkan ke APH karena berpotensi mengabaikan hak masyarakat untuk mendapat informasi dan pengawasan pembangunan,” lanjutnya.

 

*Beton Retak + Puing Berserakan Jadi Temuan Lapangan*

 

Berdasarkan investigasi dan foto lapangan, terpantau beton jalan sudah retak memanjang, bagian tepi/edge jalan ambrol terkelupas hingga kelihatan material bawah, serta puing beton dan sampah berserakan di bahu jalan dan saluran drainase.

 

Dari papan proyek terlihat jelas nama kegiatan, nilai kontrak Rp1.067.088.092, sumber dana APBD 2026, serta slogan “UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA” yang kontras dengan kondisi K3 di lapangan.

 

*Tanggapan DPUTR Kab. Bandung*

Dalam dokumen “Tanggapan Hasil Investigasi” tertanggal 4 Mei 2026, DPUTR membenarkan lokasi tersebut pekerjaan rehab jalan APBD 2026. DPUTR menyebut sebelum kerja sudah instruksikan uji trailmix dan test slump di batchingplant.

 

Soal keretakan, DPUTR menjelaskan disebabkan faktor cuaca, daya dukung tanah, lalu lintas, dan ada kesalahan bahan dari batchingplan yang tidak maksimal. “Kami telah instruksikan kontraktor untuk perbaikan dengan cara grouting. Apabila belum dikerjakan, pencairan ditahan sebelum perbaikan,” tulis DPUTR.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Sinar Nurleb belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan beton retak dan keluhan administrasi dari LSM WGMPA.

 

Reporter: (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *