Festival Kamojang Menjadi Aset Wisata Budaya Kabupaten Bandung

Kab. Bandung, Sinar Surya – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung adakan Festival Kamojang Sabilulungan, sebagai agenda rutin tahunan pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan sepak bola Geothermal, jalan Kamojang desa Laksana, kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kabupaten Bandung, Drs. H. Agus Firman Zaini, M.Si. mengatakan, Festival Kamojang yang menjadi agenda tahunan dalam mempromosikan budaya untuk pariwisata lokal di Kabupaten Bandung.

“Festival ini menjadi agenda tahunan Disparbud, selain potensi wisata di Kecamatan Ibun yang luar biasa, daya tarik lain dari Desa ini adalah panas bumi kawah Desa Kamojang atau Geowisata panas bumi, dan akan ada Festival wisata lokal lainnya yang harus kami adakan,” tuturnya.

Pada Festival Kamojang Sabilulungan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaini, M.Si, ketua DPRD. Kabupaten Bandung Ir. H. Anang Susanto, Camat Ibun Drs. Ika Nugraha, Kapolsek Ibun, dan tokoh masyarakat Kamojang Kecamatan Ibun.

Di samping itu, menjaga budaya untuk pariwisata harus mengedepankan nilai asli dan tradisonal. Namun bisa ditampilkan dengan semangat kontemporer potensial untuk bisa mendapatkan apresiasi dari lebih banyak masyakarat.

Drs. Ika Nugraha Camat Ibun saat ditemui wartawan disela-sela acara mengatakan, kegiatan Festival Kamojang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya dan diperingati dengan meriah dan penuh dengan semangat kegiatan diawali dengan arak-arakan Seni Budaya Lele Jumping Desa Rancaekek Wetan, Gajah Putih Kecamatan Ibun, Surya Gumilang Calung Kendang Sanggar Seni Waringin Bodas Desa wisata Laksana Ibun,  dan diakhiri dengan yang dihadiri artis Nasional, Ki Daus dan rekan, selain ada banyak tempat wisata, diantaranya Kawah Kamojang, Danau Ciarus, Danau Ranjang, Penangkaran Elang, Budidaya Jamur dan beberapa tempat wisata lainya, yang saat ini dikelola oleh Desa Wisata Laksana Ibun, salah satu Desa wisata Kabupaten Bandung, banyak lokasi wisata pilihan yang bisa dikunjungi, salah satu makanan khas Borondong yang dikenal oleh masyarakat Ibun.

Ir. H. Anang Susanto, Ketua DPRD. Kabupaten Bandung mengatakan, untuk merealisasikan tujuan, diharapkannya, semua pihak berkomitmen dalam menjaga budaya Kabupaten Bandung, karena tradisi ini bukan hanya hiburan semata, tapi ada edukasi bagaimana hidup bergotong-royong, masyarakat mencintai alam, menjaga adat istiadat dengan Sabilulungan Ngaraksa Kertaraharja, dan semoga ada komitmen dari semuanya, karena aktivitas kebudayaan akan menguatkan pariwisata dan akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat kawasan Kabupaten Bandung.

H. Agus menambahkan, pendataan ulang dilakukan bertujuan untuk paling tidak pendapatan dari obyek wista tersebut bisa masuk ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Pihaknya juga akan melakukan beberapa revitalisasi destinasi wisata tersebut, jumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bandung, juga tidak kalah banyak dengan di wilayah Utara Kota Bandung, potensi wisata di Kecamatan Ibun yang daya tarik lain dari Desa ini adalah panas bumi kawah Desa Kamojang atau Geowisata panas bumi, Festival Kamojang tersebut untuk masa kini dan masa depan.

Harapan H. Anang, Budaya sunda ini bisa menjadi daya tarik wisata lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung, asalkan dijaga dan dilestarikan. Tidak saja oleh pemerintah tetapi juga oleh masyarakat dan komunitas setempat, taman yang ada di Kecamatan Ibun menggambarkan terhamparnya lukisan alam yang indah dengan beribu tanaman dan binatang. Hal tersebut bisa menjadi modal untuk mendukung ragam budaya asli Sunda di Kabupaten Bandung.

Sementara itu, selain sektor wisata, harus dipikirkan juga bagaimana warisan budaya bisa menjadi basis dan inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mempunyai nilai tambah. Singkatnya berbasis tradisional tetapi dengan semangat. Menanggapi hal itu, karena tradisi ini bukan hanya hiburan semata, namun ada edukasi bagaimana hidup bergotong-royong, masyarakat mencintai alam, menjaga adat istiadat dengan Sabilulungan Ngaraksa Kertaraharja.

Semoga ada komitmen dari semuanya, karena aktivitas kebudayaan akan menguatkan pariwisata dan akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat kawasan Kabupaten Bandung, menjaga budaya untuk pariwisata harus mengedepankan nilai asli dan tradisonal. Namun bisa ditampilkan dengan semangat kontemporer potensial untuk bisa mendapatkan apresiasi dari lebih banyak masyakarat. Terlebih bertepatan dengan Festival Kamojang. (Anas/Yana)