Pilu, Lansia Hidup dan Tinggal Gubuk Reyot Milik tetangga di Desa Muncul

SUBANG – Pria lanjut usia ( Lansia ) Bernama Muksin (62) Tahun menjalani kehidupannya dengan kondisi Memprihatinkan di Kabupaten Subang Jawa Barat. Muksin tinggal di gubuk Reyot Milik tetangganya yang Bernama Suryadi itupun tinggal nya di luar bulan di dalam gubuk itu.

Muksin merupakan warga Dusun Tanjung Jaya RT.001/001 Desa Munjul Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang Jawa Barat.

Dia sudah lama tinggal di sana menurut informasi dari tetangga nya yang merasa kasihan terhadap nya, kepada Wartawan saat konfirmasi di rmh nya, Minggu ( 01/03/2026 ).

Menurut Muksin, sudah sejak lama di tinggal sendirian. Dan dia tidak mempunyai istri dan anak .

Sehari-hari Muksin Hanya Numpang Tidur di gubuk itu sebagai tempat tinggal.Gubuk yang kondisinya seperti gudang itu di bangun menggunakan bahan bambu/Bilik seadanya.

Tidak ada barang berharga yang terlihat di dalam dan d luar gubuk itu. Yang terlihat adanya beberapa lembar Kain dan tikar untuk alas dia tidur, beserta tumpukan kayu yang terlihat di gubuk itu, dan juga terlihat beberapa helai kain untuk menutupi agar Muksin tidak merasa kedinginan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

Untuk bertahan hidup, Muksin bekerja serabutan. Itupun kalau ada yang menyuruh nya, dan terkadang ada belas kasihan dari tetangga nya.

Menurut Muksin karna kondisi nya yang sudah tua, Maka pekerjaanpun tak kunjung dapat.

” Padahal uangnya sangat saya harapkan untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya,”

Meski harus menjalani hidup dalam kesulitan, Muksin mengakui tidak bersedih apalagi berkecil hati. Dia mengaku tetap bersyukur karena masih ada yang peduli.

Sementara tetangga nya yang berisial AA mengatakan bah dia sangat memprihatinkan sekali, selama ini di belum Pernah merasakan bantuan Dari Pemerintah, Padahal Banyak Warga yang kehidupannya lebih dari cukup malah dapat bantua tersebut.

Dia hidup sebatang kara tidak mempunyai istri apalagi seorang anak .

Muksin pernah mendapatkan bantuan Sosial hanya sekali doang itupun pada waktu Covid 19. Setelah itu sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan Sosial apapun.

” Saat ini sementara kita upayakan agar tahun ini bisa kembali mendapatkan bantuan ” ujar AA kepada Media.

Red: Nurdianto,S.IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *