BARESKRIM POLRI telah Periksa 52 Orang Pegawai PERTAMINA Balongan , Ketua PWI Indramayu “Ditolak” Hadiri Olah TKP

oleh

Indramayu, Sinar Suryanews.com,- Untuk mengungkap misteri amukan Sijago merah yang mengakibatkan kebakaran hebat dan kerugian hingga Trilyunan rupiah, setidaknya ada 52 orang pegawai PERTAMINA RU VI Balongan yang telah diperiksa oleh Bareskrim POLRI ( Rabu 7 April 2021) terkait insiden meledaknya Tanki Gasoline pada Minggu lalu.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh PusLabFor (Pusat Laboratorium Forensik MABES POLRI yaitu seputar Tempat Kejadian Perkara (TKP) hal itu dilakukan untuk mencari bukti serta mengungkap apa sebab terjadinya kebakaran, hal tersebut di sampaikan oleh Kabareskrim POLRI Komjen Agus Andrianto saat mengawali olah (TKP) di lokasi .
“Intinya kita akan selidiki apakah ada (unsur) kesengajaan ataukah ada kelalaian yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran, Kita akan pelajari master plan, kemudian pembangunan,” ungkapnya. tim olah TKP juga akan mempelajari skema maintenance (pemeliharaan) yang selama ini berjalan seperti apa, Sebab, kata dia RU VI selama ini menjadi obyek vital nasional startegis.
sehingga “Kejadian kebakaran kemarin menjadi perhatian serius pemerintah dan dunia sehingga harus diberlakukan penanganan yang serius,” seraya menyebutkan, sejauh ini ada kerjasama dengan pihak Balongan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 saksi, penyidik telah diarahkan untuk membuat laporan polisi Model ‘A’ karena sampai saat ini PERTAMINA belum membuat laporan resmi terkait peristiwa ledakan dan kebakaran tangki Gasoline di Kilang Balongan tersebut . ujarnya
Ketua PWI Indramayu mengatakan kepada SinarSurya bahwa dia sangat kecewa karena adanya “Penolakan ” atas kehadiran Awak media untuk meliput, saya juga telah menulis berita dengan judul ” Kronologi Jurnalis Metro TV Diturunkan Dari Bis Rombongan Kabareskrim Dengan Alasan Dilarang Oleh Pimpinan”
Adanya keinginan dari sejumlah temen2 jurnalis yang diundang untuk meliput kegiatan Kabareskrim untuk mendapatkan visual dan foto di area tangki terbakar, saya berinisiatif menghubungi pihak humas Pertamina yang disaksikan oleh humas Polres Indramayu. humas Pertamina mengatakan kepada awak media adanya kerterbatasan coverall APD yang menjadi syarat wajib untuk masuk area terbatas di kilang Balongan. Karena syaratnya Coverall, sayapun mengambil baju APD lengkap yang selalu saya bawa bila liputan ke area Pertamina. Sampe disini clear. Pihak HSE PT Pertamina RU VI Balongan memberikan stiker untuk ditempelkan di kamera yang saya bawa untuk peliputan, setelah mendapatkan id VVIP untuk masuk area kilang, saya bersama dengan rombongan kabareskrim, Kapolda Jabar dan pejabat petinggi Polri lainnya, tiba di gate masuk kilang, seluruh penumpang termasuk saya sendiri diminta untuk turun, karena itu prosedur tersebut saya ikuti saja, telepon genggam saya serahkan ke security pada pintu masuk tersebut, saya dilarang masuk oleh pihak security karena diperintahkan melalui saluran HT yang digenggamnya meminta Metro TV untuk tidak diperkenankan masuk, Ada apa ini ? Padahal seluruh persyaratan sudah kami penuhi, Bilapun dilarang meliput, pihak Pertamina harus memberitahu dari awal jadi tidak terjadi kekecewaan Jangan dengan cara demikian, security meminta saya harus kembali ke gedung putih, hal tersebut kami tolak dikarenakan kamera saya dibawa oleh bis yang membawa rombongan Kabareskrim, kami baru beranjak dari pos jaga setelah dijemput oleh Ifki Sukarya dan Kasek RU VI Balongan bapak Gede. Keduanya saya kenal waktu di PHE Sehingga tidak terjadi ketegangan berhubung alat kerja saya telah diberikan di gedung putih oleh seorang security. ujarnya
Masyarakat Indramayu berharap POLRI bisa mengupas dan menguak misteri dalam musibah meledaknya tanky Gasoline PERTAMINA Balongan. mengingat sejak tercium adanya bau gas dari sore hari hingga malam hari, masyarakat disekitar merasa was- was sehingga terus melaporkan hal tersebut kepada Security, tetapi sangat disayangkan laporan tersebut tidak di hiraukan yang menimbulkan pertanyaan dari masyarakat apakah ada unsur unsur negatif, Sebab kalau ada usaha penanggulangan, dapat dipastikan tidak adanya korban, saat ini patut dipertanyakan tentang sejauhmana maintenence yang dilakukan PERTAMINA, karena Balongan selama ini sedang sibuk dengan rencana perluasan yang didanai oleh pihak asing sebesar 50 Trilyun.
(Soeherman).