DLH JABAR Jangan Tutup Mata, Limbah Air Lindi TPK Sarimukti Sangat Membahayakan Sungai, Budi Kasiop TPSTR DLH Jabar ; Kami Minim Anggaran.

Berita Utama390 Dilihat

Bandung, SinarSuryaNews. Com – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat harusnya peka dan cermat dalam penanganan TPK Sarimukti Cipatat Kabupaten Bandung Barat. TPK sarimukti menjadi bukti gagalnya DLH Jawa Barat dalam mengatasi lingkungan, terbukti pada TPK Sarimukti masih terlihat sangat jelas pencemaran lingkungan dan sungai yang dimana air Lindi yang mengalir bebas meluncur ke sungai atau anak sungai Citarum tanpa ada pengelolaan dan banyaknya sampah yang berserakan sepanjang jalan menuju TPK, Kamis (14/04).

Saat di konfirmasi langsung Kasie Operasional UPTD TPSTR Budi Agriawan yang juga PPK DLH Jabar mengakui kekurangan akan pengelolaan TPK sarimukti cipatat, dirinya mengatakan, “saya akui TPK belum maksimal dalam pengelolaan limbah cair lindi, namun ini masih dalam masa percobaan, karena memang TPK sarimukti tidak ideal dan cukup baik untuk menampung sampah yang sudah overload dari kota dan kabupaten bandung, “ungkapnya.


“Dalam masalah ini saya juga sudah di panggil menghadap kepala dinas, saya sudah jelaskan permasalahan di lapangan, namun bagaimana lagi karena ini terkait dengan anggaran oerasional juga SDM personil dan saya juga sudah jelaskan itu semua, bahkan jujur saya juga sudah tidak sanggup dalam masalah ini, namun mau apa lagi itulah yang terjadi di lapangan.

“Untuk area luar TPK itu merupakan tanggung jawab dinas lingkungan hidup kabupaten bandung barat, kami tidak ada tanggung jawab, karena itu tugas mereka, bahkan dengan kejadian longsor 2019 lalu, lahan perhutani saja terpakai untuk penumpukan sampah yang memang tidak tertampung lagi di TPK sarimukti, harusnya TPK ini sudah tidak terpakai, yang memang rencananya akan di tutup, bisa di sebut ini darurat.

Budi menambahkan, harusnya kepala dinas bisa memberikan dana operasional lebih buat kita, karena saat ini anggaran bisa di katakan tidak cukup untuk mengatasi sampah yang ada. Hal ini juga sudah di sampaikan ke Gubernur dan pernah di bahas, “ucapnya.

Ditempat terpisah, pada saat diminta tanggapan dari ketua umum DPP LSM KERISTA Ricky Andito dia mengutarakan tentang masalah “pengelolaan sampah dan air Lindi yang ada di TPK Sarimukti diduga kuat tidak dikelola dengan baik, DLH Prov Jabar seakan tutup mata dengan permasalahan yang ada”, dirinya juga mengatakan Perlu diketahui bahwa air Lindi dari sampah dapat mempengaruhi kesehatan manusia, mencemari lingkungan dan biota perairan karena dalam lindi terdapat berbagai senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri patogen. Selain itu juga mengandung amoniak, timbal dan mikroba parasit seperti kutu air yang dapat menyebabkan gatal-gatal. Jelas Air Limbah Lindi TPK Sarimukti tampak by pass keluar jalur aliran sungai, itu sangat berbahaya, karena menyerap ke pori-pori tanah yang akan di gunakan masyarakat saat memakai air tanah.

Dia juga mengatakan secara tegas bahwa seharusnya “DLH Prov Jabar menjadi garda terdepan dalam hal menjaga lingkungan, termasuk mensukseskan program Citarum harum, begitu banyak anggaran dari APBD Jabar dikucurkan, tetapi kenapa terjadi pembiaran secara kasat mata, seolah – olah disana (TPK Sarimukti) tidak ada masalah’.


“Sangat Ironis sekali ketika DLH berani melakukan tindakan terhadap para pengusaha nakal pembuang limbah berbahaya ke Sungai Citarum, faktanya dirinya sendiri (LH_red) menanggulangi kendala TPK Sarimukti saja tidak sanggup, lalu siapa yang bisa dipercaya dan siapa bisa memberikan sanksi kepada Dinas Lingkungan Hidup Jabar” Ujarnya. WN**