Kronologis Macan Tutul Jawa Terjebak Di Balai Desa Kutamandarakan Kuningan

Kabar Daerah435 Dilihat

Kuningan, Sinarsuryanews.com — l Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, mendadak gempar, menyusul kemunculan Macan Tutul Jawa Jantan, tengah terjebak di gudang exs toilet kosong, Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber. Warga panik, sekaligus penasaran.

Kepala Desa Kutamandarakan, Ihak Sunardi, menuturkan keberadaan macan tutul pertama kali diketahui oleh seorang pekerja proyek pembangunan perpustakaan desa. Saat hendak mengambil peralatan, pekerja itu kaget melihat hewan besar berada di antara tumpukan barang.

Kuningan: Ekosistem macan Tutul Terjebak Di Balai Kosong Desa Kutamandarakan Kuningan

“Pekerja itu spontan menutup pintu kembali karena sama-sama kaget dengan hewan tersebut. Namun, macan justru bergerak masuk mencari tempat aman di dalam gudang, dan bertahan di antara tumpukan kursi,” jelas Sunardi, Rabu (27/08/2025).

Dilansir dari inilah Kuningan.Com

Temuan ini segera dilaporkan ke aparat terkait, mulai dari TNI-Polri, Damkar, hingga BPBD Kuningan. Karena macan merupakan satwa yang dilindungi, Petugas berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Barat untuk proses evakuasi. Dalam hitungan jam, kabar penemuan macan tutul menyebar di media sosial. Warga setempat, bahkan dari luar desa, berbondong-bondong datang ke lokasi.

“Sejak siang hingga sore, area sekitar balai desa penuh warga yang penasaran ingin melihat macan tutul. Kami khawatirkan keramaian ini, karena keselamatan warga dan satwa harus sama-sama dijaga,” tambah Sunardi.

Ramainya masyarakat membuat aparat kepolisian harus turun tangan. Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, langsung mengerahkan anggotanya untuk mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

peristiwa ini menjadi pelajaran agar kita lebih waspada terhadap satwa liar oleh karenanya kita harus menjaga lingkungan karena kalau ekosistem terjaga satwa liar dan manusia bisa hidup berdampingan ujar Kapolres.

Antusias warga yang berkerumun membuat sulit proses evakuasi namun berkat kerjasama semua pihak akhirnya evakuasi bisa dilaksanakan.

Mungkin ini pengalaman pertama warga melihat satwa liar masuk perkampungan. Kami beri pengarahan kepada warga masyarakat agar tidak mendekat supaya tim bisa melakukan evakuasi dengan tenang dan aman.

Kapolres berjanji pihaknya bersama pemerintah daerah akan mengkaji langkah langkah edukasi agar kejadian serupa tidak terulang mengingat pernah terjadi di kecamatan lain satwa liar memangsa ternak pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *