Lawan Gunungan Sampah Viral, Pemkab Bandung Barat ‘Kepung’ Rancapanggung di HPSN 2026

BANDUNG BARAT – Merespons sorotan tajam publik terkait masalah sampah yang sempat viral, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan untuk menjadikan Desa Rancapanggung sebagai “titik nol” peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Bukan sekadar seremoni, aksi ini dirancang sebagai operasi pembersihan total berskala besar.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Adji, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Rancapanggung merupakan langkah taktis untuk menjawab keresahan warga sekaligus memulihkan ekosistem wilayah yang sempat tercemar tumpukan limbah.

Kami tidak menutup mata. Karena kemarin sempat viral, maka momentum HPSN ini kami pusatkan di Desa Rancapanggung. Intinya, kita eksekusi sampah yang ada sekarang sampai tuntas,” ujar Ibrahim saat ditemui dalam rapat koordinasi.

Kolaborasi Lintas Sektoral: Operasi ‘Bersih Total’

Strategi yang diusung kali ini adalah kolaborasi alat berat dan tenaga manusia. Tidak bergerak sendiri, DLH KBB menggandeng kekuatan multisektoral untuk memastikan area Rancapanggung kembali asri. Kekuatan yang dikerahkan meliputi:

TNI & Aparat: Satgas Citarum Harum Sektor 4, Danramil, dan Kapolsek setempat.

Instansi Teknis: BBWS Citarum dan Indonesia Power.

 

Komunitas Akar Rumput: Saung Maggot dan berbagai pegiat lingkungan hidup.

Bukan Sekadar Membersihkan, Tapi Mengubah Perilaku

Aksi yang dijadwalkan pada tanggal 7 Mei 2026 ini memiliki dua misi utama: Cleaning Day (pembersihan fisik) dan Mental Building (edukasi warga).

Sasarannya bukan hanya mengangkat tumpukan sampah di pinggir jalan, melainkan menyisir area Pasar

Rancapanggung.

 

Para pedagang pasar dan penduduk sekitar akan diberikan edukasi langsung mengenai manajemen limbah pasar agar penumpukan serupa tidak terulang di masa depan.

 

Visi Pemilahan dari Hulu

Di balik aksi fisik ini, Ibrahim Adji menekankan bahwa solusi jangka panjang bukan berada di tangan petugas pengangkut sampah, melainkan di dapur rumah tangga warga.

Harapan besar kami adalah warga Bandung Barat mulai sadar. Jangan lagi mencampur sampah. Pilah dari sumbernya, dari rumah masing-masing. Jika di hulu sudah terpilah, pengelolaan di hilir akan jauh lebih efektif dan tidak akan ada lagi cerita sampah viral karena menumpuk,” tambahnya.

 

 

Januar s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *