
Garut, Sinarsuryanews – Untuk mengubah stigma masyarakat bahwa klub motor sama dengan aksi geng motor selama ini, sejumlah perkumpulan klub di Kabupaten Garut aktif melakukan kegiatan sosial.
Salah satunya motor trail di Kecamatan Limbangan misalnya, aktif terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, dengan cara salah satunya menyelenggarakan kembali kegiatan adventure lokal yang diberi nama seredan.
Walaupun acara kegiatan tersebut mendadak tetapi para peserta yang mendaftar terbilang cukup banyak hingga mencapai seratus lebih, Adapun rute yang di tempuh dumulai dengan start dari alun-alun Kecamatan Limbangan dan finish di Gunung Oko di Kecamatan Selaawi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek setempat, dalam acara pembukaan anggota Kapolsek Kecamatan Bl. Limbangan Kabupaten Garut dalam sambutannya menghimbau agar selalu menjaga tata tertib berkendaraan.
Adapun sebagian dana dari hasil pendaftaran telah di sumbangkan untuk perbaikan Mesjid Kaum Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut. Dan secara simbolis langsung diserahkan oleh ketua Motor Trail Adventur (Alpian) kepada panitia perbaikan masjid kaum kecamatan Limbangan
Mereka mencoba menyampaikan kepada publik bahwa perkumpulan mereka bukan untuk tujuan hura-hura dan meresahkan warga sertas para pengguna jalan dengan cara terlibat balapan liar di jalan hingga membuat keonaran, Motor trail adventure kecamatan Bl.limbangan juga telah banyak memberikan sumbangannya antara lain banjir bandang di Garut, banjir bandang di Malangbong dll.
Ketua Motor Trail Adventur (Alpian) menyatakan aksi peduli sosial yang digelar kelompoknya seperti menyambangi pembangunan mesjid, bakti sosial, dan menjadi relawan bencana alam adalah bagian dari upaya memperbaki citra komunitas yang selama ini mendapat stigma buruk.
Kedepannya motor trail adventure limbangan juga akan mengadakan open turnamen terbuka motor cross. Semoga dilaksanakannya acara tersebut dapat memberikan inspirasi bagi club motor cross lainnya untuk lebih mengedepankan stigma perubahan dengan jalur sosial. (Yoyo Karya)






