Oknum Guru SMPN di Pangandaran Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Berita Utama, Hukum2068 Dilihat

Pangandaran, Sinar Surya – Senin, 2 April 2018 Sejumlah murid-murid salah satu SMPN di Pangandaran sedang mengikuti kegiatan praktek memasak yang dipandu oleh seorang oknum guru yang berinisial (YD) dengan tatapan yang nakal YD  sambil menuju mendekati dan berpura-pura melihat masakan si korban sebut saja “Bunga”.

Saat itu (YD) waktu di ruangan kelas/praktek melancarkan aksinya dengan berpura-pura menanyakan masakan namun apa daya yang dialami oleh bunga ketika sedang praktek memasak ada yang memegang dan meremas pantatnya kejadian tersebut disaksikan oleh beberapa murid yang ikut praktek.

Dengan kaget dan sontak bunga mengeluarkan kata-kata yang sangat kasar dan menyinggung perasaan YD dan YD pun tidak terima atas perkataan yang dilontarkan Bunga.

Sehingga YD pun mengancam Bunga dengan berkata, “awas kamu kalau bilang sama orangtua kamu saya tidak akan memberi nilai” dan langsung mengusir Bunga untuk tidak mengikuti peraktek dan menyuruhnya keluar.

Bunga pun mengikuti apa yang dikatakan oknum guru  dan menjawab dengan ketus walaupun saya tidak mengikuti praktek saya tidak takut sambil berjalan meninggalkan tempat praktek tersebut”!!!!. ungkap Bunga.

Setelah kejadian tersebut dari hasil konfirmasi,  beberapa sumber dan korban, tim KMI mendatangi sekolah SMPN tersebut dan mau meminta tanggapan kepala sekolah,  terkait oknum Guru yang diduga pelecehan seksual.

Tiem KMI menanyakan kepada guru-guru yang ada di ruangan apakah ada kepala sekolah, tetapi apa yang didapat oleh tim malah saling lempar dan mengatakan tidak tau.

Tidak lama kemudian keluar lah kepala sekolah dari ruangan yang sama.

Kami tim KMI menilai atas sikap saling lempar dan pura pura tidak tau sangat mengecewakan dan apakah keseharian mereka jika ada tamu yang datang apakah harus saling lempar.

Tak lama kemudian kepala sekolah MR pun menghampiri tim dan didampingi salah satu guru di ruangannya. Ketika ditanya sejauh mana tanggungjawab kepada murid dan guru atas kejadian tersebut, karena kejadiannya ini di lingkup sekolah ini kata kepsek SMPN. Permasalahan tersebut sudah diselesaikan oleh guru BP dan hadir pula wali murid dan saya suruh Yd meminta maaf kepada orang tuanya dan diselesaikan secara kekeluargaan, ungkap kepsek.

Padahal apa yang diungkapkan kepsek,  kenyataannya permasalahan tersebut belum beres  dan tidak ada itikad baik dari pelaku kepada orang tua korban, dan dalam penyelesaian di sekolah pun orang tua korban tidak dihadirkan.

Yang sangat mengejutkan ayah dari si korban belum tau bahwa anaknya Bunga korban dari pelecehan oknum guru tersebut.

Dari kejadian di atas kami dapat menyimpulkan bahwa sudah “bokbroknya tanggungjawab dari pihak sekolah khususnya kepala sekolah yang mengatakan bahwa sudah ada penyelasaian tapi kenyataan belum selesai atas permasalahan tersebut yang seharusnya guru menjadi contoh suri tauladan bagi murid nya ini malah memberi contoh yang buruk.

Setelah permasalahan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Guru orang tua Bunga, sangat kaget!!  apa yang menimpa anaknya,  dari pihak orang tua korban menyayangkan tidak adanya pertanggungjawaban dari pihak sekolah untuk menyelesaikan,  walau pun kami secara pribadi memaapkan tapi kami menyesalkan prilaku guru pendidik seperti itu,  yang kami takutkan setelah kejadian anak saya, karena tidak ada sangsi dari pihak sekolah dan dinas terkait,  kejadian seperti ini pasti terulang lagi.

KMI menilai kasus pelecehan sexsual yang dilakukan Oknum Guru tersebut saling lempar, satupun tidak ada untuk menyelesaikan permasalahan ini Dinas maupun PGRI. (Budi/Eris)