KABUPATEN BANDUNG BARAT — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)Provinsi Jawa Barat resmi menutup rangkaian kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme titik keenam di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Padalarang,Jumat (10/4/2026).
Mengusung tema besar “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI”, kegiatan ini memfokuskan diri pada penguatan imunitas ideologi generasi muda di tengah gempuran narasi radikal di ruang digital.Kegiatan ini dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, kaum perempuan,Karang Taruna, hingga komunitas Duta Genre Kabupaten Bandung Barat.
Kehadiran berbagai elemen ini bertujuan untuk menciptakan kolaborasi lintas generasi dalam mendeteksi dini pola rekrutmen kelompok radikal yang kini banyak menyasar platform mediasosial.Kepala Bakesbangpol Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., yang diwakili oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah (Wasda), H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid., menekankan bahwa digitalisasi adalah pisau bermata dua. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar agar para pemuda di Bandung Barat memiliki filter mental yang kuat.
“Bandung Barat memiliki potensi pemuda yang luar biasa. Harapan kami, melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya menjadi penonton di dunia maya, tetapi menjadi faktor utama yang mampu memutus mata rantai penyebaran paham radikal. Kami ingin Bandung Barat menjadi benteng pertahanan ideologi yang tangguh di Jawa barat,” ujar Khoirul Naim.Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Bakesbangpol Jabar.Beliau berharap kegiatan ini membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat di daerah pemilihannya. “Generasi muda adalah aset bangsa. Saya berharap edukasi ini tidak berhenti diruangan ini saja.
Peserta yang hadir harus menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap tegak di tengah derasnya arus informasi global yang terkadang menyesatkan,” tegas Tati SupriatiIrwan.Diskusi panel menghadirkan narasumber ahli, mulai dari Satgaswil Jabar Densus 88 ATPOLRI yang membedah pola rekrutmen di komunitas tertutup, hingga pakar psikologi Winna Andini Handayani yang memberikan tips ketahanan mental bagi remaja. Penutupan di titik terakhir ini menandai suksesnya maraton edukasi kewaspadaan daerah yang telah dilaksanakan di enam kota/kabupaten di seluruh Jawa Barat.
Januar s












