
Sumedang, Sinar Surya,-
Berry Firdaus Samudra dilahirkan di Sumedang pada tanggal 16 Bulan Agustus Tahun 1993. Ia adalah anak dari seorang Pengusaha Stoon Claser di areal wilayah Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang. Saat ini Berry berniat menduduki kursi di DPRD Kabupaten Sumedang Jawa Barat yang berangkat dari perahu Partai Demokrat dengan Nomor Urut 5.
Saat ditemui di kediamannya di Malingping Kecamatan Cisitu ia menjelaskan kepada wartawan, bahwa mempunyai keinginan untuk maju di Putaran Legeslatif Periode Tahun 2019-2024 sesuai dengan tedaknya untuk meningkatkan perekonomian rakyat yang menuju sejahtera adil dan makmur yang bagaimana proses yang dituju oleh tujuan tersebut.
Salah satu tujuan kemajuan tersebut tak luput dari aspirasi mereka yang saat ini masih terisolir karena masih banyak keinginan mereka yang belum tersambung. Legislatif merupakan salah satu fungsi kontrol terhadap Eksekutif dalam hal pengalokasian anggaran juga mempunyai hak budget dan rakyat pun harus terkontrol keinginannya maka dengan ini sebagai penyambung aspirasi rakyat satu satunya adalah anggota DPRD baik di Pusat maupun di Daerah maka dengan ini antara pemerintah dan masyarakat perlu ada kesinambungan mempunyai tujuan yang sama dan cita-cita yang sama adalah untuk kemakmuran bersama hal ini akan terjadi negara kuat dan rakyat akan sejahtera pula.
Menurut Berry, menduduki jabatan di DPRD harus tahu bahwa saat ini rakyat kecil di Pedesaan maupun di perkotaan yang masih banyak memerlukan pendidikan dan banyak pula yang putus sekolah karena belum tahu kemana harus komunikasi dan kepada siapa harus mengadu.
“Perlu kita kaji bersama nanti apabila kami sudah duduk di kursi DPRD Kabupaten Sumedang ingin memperjuangkan mereka untuk meningkatkan pendidikannya karena sumber daya manusialah yang harus menjadikan landasan pokok untuk majunya suatu negara,” tegasnya.
“Rakyat dan pemerintah harus mempunyai tujuan yang sama, tiada lain mungkin ingin menjadikan masyarakat yang adil dan makmur dan negarapun akan lebih kuat apabila semuanya tidak kekurangan pengetahuan karena sudah terlatih apabila pihak pemerintah telah menyediakannya program program pelatihan berbagai macam bentuk pelatihan ataupun seminar seminar di tiap tiap daerah,” tandasnya. (Yaya Winata /Rostini)






