Evakuasi Medis di Papua: Misi Penyelamatan Hana Ambakir dari Tuberkulosis Paru

Berita179 Dilihat

KEEROM, SINARSURYANEWS.COM — Satuan Tugas (Satgas) Batalyon 310/KK melakukan evakuasi medis untuk Hana Ambakir (38), seorang penduduk Kampung Yabanda, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua, yang menderita Kesulitan Bernafas akibat Tuberkulosis Paru (TB), pada hari Kamis (24 Agustus 2023).

Operasi evakuasi ini dipimpin oleh Letnan Infanteri Subhanudin, Komandan Kompi 2, dan didampingi oleh seorang Dokter dari Batalyon 310/KK, Letnan Pertama Korps Kesehatan Militer dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung.

Dalam pernyataannya, Komandan Satgas Yonif 310/KK, Letnan Kolonel Infanteri Andrik Fachrizal, mengungkapkan bahwa evakuasi ini merupakan kelanjutan dari layanan kesehatan “door to door” yang sebelumnya telah diberikan oleh unit tersebut. Dalam rangkaian layanan ini, mereka menemukan kondisi Hana Ambakir yang menderita TB dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

“Situasi ini mendorong Dokter dari Yonif 310/KK, Letnan Pertama Korps Kesehatan Militer dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung, untuk segera mengambil tindakan,” ujar Letnan Kolonel Infanteri Andrik Fachrizal.

Letnan Kolonel Infanteri Andrik Fachrizal menjelaskan bahwa Hana Ambakir telah menderita Tuberkulosis Paru (TB) atau Kesulitan Bernafas akibat TB dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, dalam seminggu terakhir, kondisinya telah memburuk secara signifikan.

“Hana adalah seorang ibu rumah tangga dengan empat anak dan suami yang mencari nafkah melalui bertani. Satgas Yonif 310 berkoordinasi dengan petugas kesehatan lokal untuk mengevakuasi nya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif,” tambahnya.

Dokter dari Batalyon, Letnan Pertama Korps Kesehatan Militer dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung, menambahkan bahwa pasien ini telah mengidap TB paru selama kurang lebih tiga bulan. Namun, belakangan ini kesulitan bernafas yang dialaminya telah memburuk, sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa kadar oksigen dalam darah Hana Ambakir hanya sebesar 78%, sebuah angka yang mengindikasikan perlunya penanganan segera di rumah sakit. “Jika intervensi yang tepat tidak dilakukan atau dibiarkan tanpa pengobatan terlalu lama, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting dan bahkan penurunan kesadaran,” jelasnya.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans yang dimiliki oleh Satgas Yonif 310/KK, dengan Hana Ambakir langsung dijemput dari rumahnya untuk segera diterbangkan ke RS Waingga, yang berjarak 160 kilometer dari Kampung Yabanda.

Sementara itu, Kepala Kampung, Bapak Martin Wafner (54), menyatakan rasa terima kasihnya atas respons cepat Satgas Yonif 310/KK dalam memberikan bantuan kepada penduduk yang membutuhkan.

“Dengan rasa syukur, penduduk kami yang sakit telah dievakuasi ke rumah sakit. Semoga Hana segera pulih dan dapat melanjutkan aktivitasnya seperti biasa,” ujarnya penuh harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *