Jakarta, sinarsuryanews.com – Goebok Indonesia adakan kegiatan diskusi publik bertajuk “Menyederhanakan Regulasi Kabinet dan Membangun SDM Unggul Menuju Indonesia Maju” di Cafe Whatsup Tebet Jakarta, Jumat (22/11).
Komunitas yang beranggotakan pemuda ini menghadirkan Ali Ri’an Peneliti Arus Survei Indonesia, Ahmad Rojali sebagai pengamat SDM, serta Nurul Fauziyyah dari kalangan akademisi.
Ali Ri’an yang merupakan Peneliti Arus Survei Indonesia menyarankan penyederhanaan regulasi di era 4.0.
“Di era 4.0 Presiden Jokowi harus melakukan penyederhanaan regulasi dikarenakan ingin berlari mengejar ketertinggalan dengan negara-negara yang maju mengingat bahwa ketertinggalan Indonesia salah satunya faktor administrasi yang berbelit-belit, sehingga hal tersebut menghambat investasi,” ujarnya.
Begitupun dengan Nurul Fauziyyah menyoroti faktor Indonesia hari ini yang memang masih menjadi negara tertinggal dalam perspektif pendidikan.
Belum adanya kesadaran individu pada masyarakat, jadi meskipun penduduk Indonesia banyak yang produktif perlu kesadaran diri untuk memajukan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Rojali memberikan prediksinya atas nasib ekonomi bangsa Indonesia. “Prediksi saya pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara keempat dengan ekonomi yang kuat jika ada kesiapan yang matang melalui public policy,” ujarnya begitu optimis.
Rozali sandarkan prediksi ini pada sikap yang diambil Presiden Jokowi pada setiap kebijakan ekonomi. Santri NU tersebut juga mengapresiasi kebijakan penghapusan eselon IV. “Penyederahanaan birokrasi, dengan harapan sistem administrasi tidak lagi berbelit-belit sehinga menumbuhkan investasi,” pungkas Rozali.
Maka kiranya, dengan melihat era 4.0 pendidikan dipandang krusial bagi berlangsungnya kesejahteraan tentunya dengan regulasi yang terorganisir dengan baik, sehingga dapat menciptakan SDM yang mumpuni demi terciptanya Indonesia yang maju baik dari segi pendidikan maupun ekonomi. *(Elisa Nurasri/UIN SGD)












