ORMAS RAJAWALI PUSAKA NUSANTARA AKAN LAPORKAN OKNUM DEWAN KE APH

Kabar Daerah254 Dilihat

Subang, sinarsuryanews.com – ORMAS Rajawali pusaka Nusantara datangi DPRD Subang, Kedatangan ormas rajawali pusaka Nusantara ke kantor DPRD Subang ini untuk melakukan audensi dengan DPRD Subang. (15/02)

Kedatangan puluhan ormas rajawali pusaka Nusantara di pimpin langsung oleh ketua umum Jakaria.ST dan Sekjen Yogasawara pirdaus.

Dari pantauan awak media rombongan ormas Rajawali pusaka Nusantara ini mendapat pengawalan puluhan aparat kepolisian dan satpol PP Subang nampak hadir Kapolsek Subang dan jajarannya untuk mendampingi aksi damai tersebut. Audensi ini berlangsung cukup alot yang di gelar di ruangan komisi 1 DPRD Subang dari jam 13.00 sampai sekitar jam 16.00 WIB.

Dalam audensi ini ada beberapa anggota DPRD Subang nampak hadir mengikuti acara audensi ini di antaranya Lina Marlina anggota DPRD dari fraksi PKB .

Dalam jumpa pers kepada inspiratif sekjen rajawali pusaka Nusantara Yogaswara pirdaus mengatakan “kedatangan kami ini untuk melakukan audensi dengan badan kehormatan dewan” hasil audensi tadi ada tiga poin pertanyaan yang di lontarkan ormas rajawali selaku sosial Control yaitu :
1. menanyakan apabila ada dewan yang menyalahi kode etik apa sangsinya ? jawaban dewan tersebut adalah tidak bisa memberikan sangsi, hanya pemanggilan saja, sangsi itu di serahkan kepada parpol. 2. kami menanyakan terkait tentang apa ada tidak nya pemotongan dana aspirasi yang di lakukan oleh dewan maupun parpol, jawaban dari badan kehormatan dewan, tidak ada sepeserpun pemotongan semuanya mutlak untuk masyarakat
seperti itu jawabannya. Notulen sudah di serahkan cuman ibu Lina Marlina tidak menandatangani, dia pergi duluan. Notulen ini jadi dasar kami untuk melakukan surat laporan APH, terkait dugaan ini.

Kami akan melakukan pengaduan ke DPP parpol, supaya tau di kabupaten Subang ini seperti apa ? jadi koreksi buat DPC, juga ada teguran dari DPW juga, jadi yang di pusat itu tau apa yang terjadi. Rajawali melakukan ini semata mata agar ada perubahan untuk masyarakat Subang ungkapnya .

Selanjutnya Yogaswara menambahkan “mengenai dugaan pemotongan di desa rancabango dari Bandes dana aspirasi dewan PKB untuk pembangunan mesjid di kampung mayasuta desa rancabango, di situ ada pemotongan 22 juta yang dilakukan oleh sopir dewan tersebut, dan aspirasi itu dari dewan partai PKB ibu Lina Marlina. Dia tadi tidak argumen, membantah, cuman dari badan kehormatan dewan harus ada bukti bukti lengkap silakan laporkan, ini kan sudah ranah hukum . Ini sebagai bukti kami sudah beraudensi notulen ini kami akan laporkan langsung ke DPP pusat pungkasnya.

Sementara anggota DPRD Fraksi PKB, Lina Marlina ketika di minta tanggapannya “mengatakan seharusnya yang di pertanyakan bukan ke DPRD nya, bener tidak nya pemotongan apa, kan masuknya ke rekening desa, kalau ke dinas kan anggaranya di bendahara setelah di lakukan realisasi pengerjaan dulu baru, kan terealisasi itu pun ada setelah ada Rab nya Imbuhnya.

ketika di tanya terkait adanya dugaan pemotongan, Lina mengatakan “itu benar tidak nya, belum bisa di buktikan justru saya tidak tau itu pemotongan dari dewan mana tidak di jelaskan juga oleh pihak rajawali juga,” Juga belum sempat mengevaluasi memperifikasi, menelaah ke bawahnya. kebenaran nya seperti apa, kan dari pihak rajawali belum mengungkapkan siapa dewan mana.

Saya mengapresiasi ke Ormas, LSM sebagai sosial kontrol, kami apresiasi sekali. bagus, kami dari petinggi petinggi bisa menerapkan aspirasinya secara rill terkait tempatnya kemana pun bisa di laksanakan dengan anggaran yang sesuai dengan yang seharusnya.
(Handi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *