BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi sektor pendidikan dan pertanian yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bersama IPB University. Program bertajuk “Kampus Berdampak” ini dinilai sukses meningkatkan kualitas hasil hortikultura dan ekonomi masyarakat di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua.
Perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat menyatakan bahwa hasil yang dicapai dari program ini sangat luar biasa. Berdasarkan laporan panitia penyelenggara, penerapan inovasi dari perguruan tinggi tersebut mampu mendongkrak perekonomian di wilayah Kecamatan Cisarua secara signifikan.
“Kami dari Pemerintah Daerah tentunya sangat mengapresiasi karena ini berkaitan dengan peningkatan kualitas hasil hortikultura yang ada di Kecamatan Cisarua. Laporan dari panitia menunjukkan peningkatan perekonomian di wilayah ini hingga mencapai 100 persen lebih,” ujarnya usai menghadiri kegiatan di Desa Tugu Mukti.
Keberhasilan di Desa Tugu Mukti diharapkan tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Pemda berharap inovasi pertanian ini dapat menular dan diadopsi oleh para petani hortikultura di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Harapan ke depannya, seluruh wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang mengelola sektor pertanian, khususnya hortikultura, bisa mencontoh keberhasilan Desa Tugu Mukti yang telah berjalan melalui kegiatan Kampus Berdampak ini,” tambahnya.
Program “Kampus Berdampak” sendiri merupakan inisiatif yang mempertemukan kepakaran akademisi dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Melalui pendampingan dari IPB University, para petani di Cisarua kini memiliki akses terhadap teknologi dan tata kelola pertanian yang lebih modern, sehingga hasil panen mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.***
januar






