BANDUNG BARAT – Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD menggelar karya bakti di Pondok Pesantren Anak Yatim dan Dhuafa Nurul Ikhlas Al Bahri, Kampung Galudra RT 03/RW 08, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 28 Mei 2026. Kegiatan ini sekaligus memfasilitasi penerbitan akta kelahiran bagi anak yatim dan warga kurang mampu.
Kegiatan merupakan penugasan Kepala Staf Angkatan Darat untuk pembinaan teritorial dan membantu kesulitan masyarakat.
“Setelah peninjauan, kami pilih ponpes ini sebagai sasaran. Tujuannya agar santri punya tempat belajar yang layak, cerdas, dan sehat,” ujar Koordinator Umum Kegiatan, Letkol Kav Edison Hadi Yepese, http://S.Sos., http://M.Tr.Mil., Selasa 26 Mei 2026.
*Renovasi Fasilitas & Pembinaan Non-Fisik*
Pussenkav melakukan perbaikan berbagai fasilitas ponpes untuk menunjang kegiatan belajar santri. Selain fisik, prajurit juga menjalankan kegiatan non-fisik selama dua bulan. Pembinaan dipimpin Kapten Kav Martona dan Serka Kusno dengan materi pola hidup sehat, pendidikan bela negara, serta pengenalan lingkungan militer.
“Harapannya anak-anak lebih termotivasi belajar, punya cita-cita, dan taat beragama sebagai bekal masa depan,” kata Edison.
*855 Akta Lahir Tuntas*
Pussenkav juga membuka layanan pembuatan akta kelahiran khusus anak yatim, dhuafa, dan warga kurang mampu. Koordinator kegiatan Kapten Kav Martona dibantu Serka Kusno dan jajaran prajurit.
“Target terlampaui. Sebanyak 855 akta kelahiran berhasil diterbitkan untuk wilayah Bandung Raya. Dokumen ini penting agar anak-anak punya legalitas dan tidak terhambat akses pendidikan,” jelas Edison.
*Harapan Pimpinan Ponpes*
Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas Al Bahri, Aep Saeful Bahri, mengapresiasi bantuan TNI.
“Kami bersyukur kepada Allah yang mengutus TNI membantu kami. Gedung ponpes kini layak dan nyaman. Anak-anak juga dibantu urus akta lahir,” ujarnya.
Aep berharap pemerintah daerah ikut peduli terhadap anak yatim. “Jika bukan kita siapa lagi yang merawat mereka. Masih ada beberapa balita yang kami asuh,” katanya.
Edison menambahkan, kegiatan ini bagian dari pembinaan teritorial TNI AD di seluruh Indonesia sesuai instruksi Kasad dan akan terus berlanjut untuk menjaga kebersamaan TNI dengan rakyat.
*Red*






