
Cianjur, Sinar Surya – Beras untuk keluarga Sejahtera (Rasta) yang disalurkan Kementerian Sosial ke seluruh warga yang dianggap kurang mapu yang disebut saat ini Keluarga Sejatera, dimanfaatkan perangkat Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak dengan cara menjual beras tersebut kepada warganya denga harga Rp1.000,-/ liter.
Pembagian Rasta untuk warga Desa Neglasari itu bukan hanya kategori Keluarga Sejahtera yang menerima akan teatpi siapapun dapat menerima Rasta itu yang penting ditebus seharga Rp1.000,-/kg, jadi orang miskin dan dan orang berada sama menerima Rasta.
Perangkat desa yang memperjualbelikan Rasta itu adalah Sekretaris Desa, Dede dan Bendahara Oni, sementara Kepala Desa Sarbini sama sekali tidak mengerti tentang penjualan Rasta dimaksud.
Ketika Sekretaris Desa Neglasari Dede mengatakan, Rasta tiap bulan diterima desa Neglasari sebanyak 5.150 kg/bulan, Rasta itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis tidak pernah ada penebusan dari masyarakat.
Menurut warga Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak, kami menerima Rasta dengan harga Rp1.000,-/kg dari Desa yang dijual bendahara Oni. Kami tidak tau bahwa Rasta itu untuk jatah orang miskin (Keluarga sejahtera) atau semua warga bebas membelinya yang penting bayar sesuai ketentuan yang dibuat perangkat desa, katanya.
Bila benar Rasta ditebus dengan kartu Progran Keluarga Harapan (PKH), kenapa kami selama ini membeli dari Desa, kami membayar kepada Bendahara Oni dan Sekretaris desa, Dede. Kepala Desa tidak diketahui kemana saat pembagian Rasta tersebut, ujar warga.
Disamping Rasta yang dijual kepada masyarakat, Dana desa (DD) anggaran Dana desa (ADD), bantuan Propinsi (Banprov) dan dana APBN yang sampai ke desa tidak pernah diketahui masyarakat keberadaan dana tersebut karena tidak pernah ada di papan pengumuman Desa, semua serba gelap kata warga kepada sinar Surya..
Seingat saya kata warga itu, tidak pernah diajak untuk rapat desa, ga tau kami ini karena masyarakat bodoh jadi tidak perlu diundang untuk mendiskusikan anggaran desa. Pembangunan juga di desa tidak jelas, semua asala-asalan, silahkan Tanya ke desda, apa yang sudah dibangun disini katanya. (M Yunus)






