“Sinetron” Kesamaan Pengunduran Diri Lucky Hakim Dan Dicky Chandra Dari Jabatan Wakil Bupati.

Kabar Daerah, Politik382 Dilihat

Indramayu, SinarSuryaNews.Com – Surat pengunduran diri dari jabatan wakil bupati Indramayu yang dilakukan Luky Hakim, ternyata memiliki kesamaan dengan surat pengunduran diri Dicky Chandra, mantan Wakil Bupati Garut, dimana keduanya sama sama cacat administrasi. di prediksi sebagai sebuah usaha “cuci tangan” Atau sebuah sindiran atau teguran pada atasannya.

Sebagaimana habitatnya Dicky dan Lucky menunjukan jatidiri kesenimanannya saat melakukan aksi pengunduran diri. Dicky sebagai komedian sempat melucu ketika membuat surat pengunduran diri yang kontroversi dengan alasan pengunduran dirinya, Dimana ia mengaku tidak bisa mengikuti tata cara kelola daerah yang dilakukan Bupatinya, Ia menghendaki terwujudnya sistim pemerintahan yang bersih dari KKN, tertib administrasi hingga ke pengakuan bahwa Dicky merasa muak manakala menyaksikan ASN harus membayar dan berebutan kursi jabatan.

Demikian “mulianya” kehendak Dicky dihadapan publik dan dukungan netizen media sosial mengalir deras padanya, Akan tetapi dalam pembuatan surat pengunduran dirinya, bahkan menunjukan ketidak tertiban administrasi, apakah ia sedikit menyindir memberi PR berat kepada DPRD, Gubernur bahkan Mendagri yang memberi SK Jabatannya, dengan cara Dicky membuat surat berkop Wakil Bupati dan tanpa cap stempel. Agar kemudian harus dijadikan kajian dan sejenisnya baik kepada DPRD, Gubernur maupun Kemendagri. Disebut demikian karena terbukti hal kondisi surat jadi bahan berdemo sejumlah mahasiswa.

Setelah Himpunan Mahasiswa Islam Demo menyesalkan DPRD menerima pengunduran diri, kemudian DPRD menyikapi diantaranya tentang Surat Dicky, Pihak Dewan menjelaskan, surat tersebut ditulis diatas kertas disertai kop surat Wakil Bupati Garut berikut tandatangannya, namun tidak tercantum nomor surat dan cap stempel.

Saat itu, adanya keraguan dalam surat tersebut, jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Garut segera memanggil Dicky Chandra untuk dimintai klarifikasinya. Pemanggilan itu, diharapkan Dewan dapat mengetahui secara langsung keterangan dan penjelasan dari pihak yang bersangkutan sehingga dapat mengetahui kebenarannya.

“Melawaknya” Dicky Chandra ini berhasil membawa pembahasan tentang Surat Pengunduran dirinya di Kemendagri bahkan , dibahas di program ILCnya Karni Ilyas, meski setelah permohonan Dicky dikabulkan Pemerintah dan ia berhasil dalam usaha “cuci tangannya” sehingga namanya hingga kini “Bening” sebening salju sehingga masyarakat makin menerima dirinya di dunia keartisannya. Termasuk konstituen Garut yang dirugikan karena setelah memilihnya.

Tak jauh dari Dicky Chandra, Lucky Hakim pun mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati Indramayu, juga dituding bersinetron didepan masyarakat sebab, surat pengunduran dirinya juga meski diakui benar ia tandatangani, namun dibuat diatas surat berkop Bupati Indramayu, bernomor resmi dari Tata Pemerintahan dengan cap stempel Bupati Indramayu. Nomor surat dan mekanisme perjalanan administrasinya pun ditolak karena tak terarsifkan di bagian Tata Pemerintahan oleh pihak Pendopo. Sehingga patut dikritisi “apakah Lucky membuat dan memberikan keterangan nomor surat palsu. Atau Lucky sedang bersinetron dengan para pemimpinnya ,dihadapan konstituennya. Atau juga menguji para pengamat Indramayu agar terlihat mana yang kaleng rombeng dan mana yang patut didengar.

Dalam kasus ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil angkat bicara dengan janji akan memanggil Bupati dan Wakilnya untuk dilakukan pembinaan sebagaimana fungsinya seorang Gubernur. Janji ini dianggap kalangan pemerhati di Indramayu hanya sebagai “lip flower ” sebab tidak mungkin tak tau tentang debat retorika seluruh ANGGOTA DPRD Indramayu sesuai tantangan Lucky hakim terkait tudingan Lucky makan gaji buta. Debat mana mempertegas bahwa antara Bupati dan Wakilnya memang tidak harmonis sejak awal.Dan Lucky membuka aibnya tentang selama jabatannya belum pernah diberi penugasan apapun oleh atasannya. Bahkan hak protokolernya pun tak pernah diadakan.

Selain Gubernur, Bupati Indramayu mengaku terkejut dan baru tau dari media sosial atas pengunduran dirinya. Bahkan seperti dilansir media media yang disebarkan oleh elite ASN dan seakan wajib di up load di berbagai medsos para pejabat tentang pernyataan Bupati disebuah tempat di wilayah Kecamatan Sindang dua hari lalu video berisi tentang pengakuan keterkejutan atas mundurnya Lucky namun itu adalah haknya yang harus dihormati semua pihak. Dalam video yang beredar di hampir semua status Whatsapp para Kadis tampak Rona Bupati sangat ceria dan sumringah itu. Tentunya menunjukan sikap sebenarnya atas pengunduran diri Lucky .”Bupati malah mengatakan, tolong setujui ya pendamping saya ini jadi pengganti Wabup..Tolong yaaa disetujui (sambil nunjuk Dirut PERUMDAM.TDA yg sama sama berkostum putih putih disampingnya)”. itu catatan saya, Ujar Ketua HIPSI Indramayu dalam laporan lisannya kepada jajaran pengurus HIPSI DPC Indramayu ( 19 Februari 2023).

Apakah benar ,ketidak harmonisan antara Bupati dengan wakil bupati Indramayu dipicu oleh konstituen pemilihnya dimana saat Cabup Nina Agustina berkampanye menyambangi konstituen didaerahnya, masyarakat selalu dengan antusias menanyakan “Kemana bang Lucky Hakim” yang mereka harapkan kehadirannya ini menorehkan rasa tersendiri dibenak Cabupnya…?. Sejumlah mantan tim suksesnya saat ditanya hal itu hanya tersenyum dan mengangguk.. “itu bagian kecil” tuturnya.

Sementara salah seorang tim sukses di kubu Lucky seperti Ir.Iwan Hendrawan mantan Ketua DPRD Indramayu diera Bupati Alm H.Iriyanto Makhfud Sidik Syafiuddin periode pertama. Dalam tulisannya disebuah media beberapa hari lalu menuliskan bahwa perseteruan yang terbentuk sejak massa kampanye itu, terakhir adalah sangat memilukan ketika kantornya (ruang dinas Lucky…red) di gembok dan kemudian difitnah tidak pernah masuk kerja dan menghadiri undangan rapat DPRD yang kemudian menjadi polemik dalam berita tantangan Lucky hakim kepada DPRD.

Disharmonis antara Bupati dan Wakil Bupati dan beberapa persoalan Pembangunan serta Pembinaan kemasyarakatan serta beberapa cacatan buruk kinerja Bupati tersebut membuat dengan terpaksa DPRD menggunakan Haknya sebagaimana diatur didalam Tata Tertib DPRD No 1/2020, yakni hak interpelasi.

Pada saat ini setelah rekomendasi interpelasi kinerja pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan semakin buruk dan bahkan terakhir pengajuan Perda APBD 2023 tidak bisa ditetapkan karena berkali-kali Bupati Mangkir sehingga menyebabkan terbitnya Surat Kemendagri No.900.1.5/3531/IJ Tgl 29 Desember 2022 yang ditujukan kepada Gubernur untuk melakukan pemeriksaan dengan menugaskan Insprektorat Provinsi dalam rangka menguji kebenaran Kinerja Bupati tersebut. Adalah sangat mengherankan dan mengejutkan serta menimbulkan kecurigaan ketika ditengah- tengah kemelut yang sedang terjadi tiba-tiba Lucky Hakim yang menjadi harapan Rakyat malahan mengundurkan diri, demikian secuil dari tulisan Ir.Iwan.H tersebut.

Sementara belum diketahui KAPAN DPRD Indramayu memanggil Lucky untuk mengadakan rapat tertutup guna mendapat bahan konsultasi dengan Gubernur dan Kemendagri, mengingat Dewan kapasitasnya bukan penerima atau penolak permohonan pengunduran diri melainkan hanya sebagai penindaklanjutaan permohonan dari pemohon. Sehingga hasil dari Kemendagri selaku pemberi SK pengangkatan dan pemutus diterima atau ditolaknya permohonan tersebut. Kemudian diparipurnakan dewan sesuai dengan jadwal yang ditentukan Bamus Dewan.

Demikian halnya dengan Gubernur yang dua hari ini sedang mengikuti “sinetron” Lucky Hakim dimana Gubernur mengaku kesulitan menghubungi Lucky. Dijawab Lucky dimedsosnya bahwa ia demi keamanan menurut keluarganya tidak udah tinggal di Rumah Dinas nya. Dan ia sendiri yang akan menghadap Gubernur selaku pimpinannya.

Lucky pun diberbagai medsos mengaku ia tak tahan berada di Indramayu karena malu oleh masyarakat sehingga kalau berjalan pun terpaksa sedikit bersembunyi atau merunduk ” bagaimana tak malu saya digajih dan difasilitasi 3 mobil mewah dengan jatah makan minum seratus juta perbulan dan uang itu dari rakyat yang bekerja keras hingga tangannya kasar “dengan cara mundur ini semoga saya diampuni Tuhan dan dimaafkan rakyat”. tutur Lucky di media tik tok yang padahal faktanya tidak sedramatis itu sebab saat didepan Dewan ia menengadah tak ada ekspresi merunduk.

Kalangan umum di Indramayu kini telah menilai bahwa Mundurnya Lucky telah terstruktur dan akan berakhir mulus seperti rekannya Dicky Chandra, tentunya menambah deretan kegagalan Gubernur Jabar dalam pembinaan, sebab kali ini sangat telak akibat terjadi terang terangan sejak pelantikan yang tak elok bila Gubernur tidak faham.

Kalau ini terjadi ,tentunya menambah deretan artis yang gagal dan berhasil. Jadi kutu loncat. Berikut selebritas-politikus yang pernah menjabat atau sedang menjabat sebagai pejabat pemerintah daerah:
Dede Yusuf Wakil Gubernur Jawa Barat 2008–2013 Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat.
Deddy Mizwar Wakil Gubernur Jawa Barat 2013–2018 Independen.
Sigit Purnomo Said Wakil Walikota Palu 2016–2021 Partai Amanat Nasional.
Hengky Kurniawan Wakil Bupati Bandung Barat.2018–2021
Plt. Bupati Bandung Barat
2021–2023 Partai Demokrat
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Lucky Hakim Wakil Bupati Indramayu 2021–2026 Partai Nasional Demokrat.
(MENGUNDURKAN DIRI).
Sahrul Gunawan Wakil Bupati Bandung 2021–2026 Partai Nasional Demokrat dan Partai Golongan Karya.
Rano Karno Wakil Bupati Tangerang
2008–2011. Wakil Gubernur Banten.2012–2014. Gubernur Banten 2014–2017 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Dicky Chandra Wakil Bupati Garut 2009–2011 Independen ( MENGUNDURKAN DIRI).
Zumi Zola Bupati Tanjung Jabung Timur 2011–2015 Gubernur Jambi 2016-2018. Partai Amanat Nasional.
Fadia A. RafiqWakil Bupati Pekalongan 2011–2016.Dsn berhasil jadi Bupati Pekalongan 2021–2026 dari Partai Golongan Karya.(Herman.Bdg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *