Subang, Sinarsuryanews.com — SEORANG tenaga kerja Indonesia ROSIDA, 40, asal Kampung Ciranggon RT 20/10, Desa Rancamulya,Kecamatan Patokbeusi,Kabupaten Subang,Jawa Barat, meninggal dunia di Dubai saat almarhum menjadi tkw kaburan atau ilegal, Namun, jasadnya kemungkinan akan dimakamkan di Dubai karena pihak keluarga di Subang tidak mendengar asal kematiannya,padahal kematian almarhum sejak tanggal 18 Januari baru dilaporkan hari Kamis tanggal 12 Pebruari. kata pihak kedutaan dengan alasan sakit namun pihak keluarga meminta Poto jenazah tidak diberikan oleh pihak KJRI.
Berdasarkan informasi, Rosida baru menjadi TKI di Abu Dhabi sekitar dua bulan lalu atau pada Desember tahun 2025.
Selama berada di Abu Dhabi, pihak keluarga intensif berkomunikasi dengan almarhumah.
Terakhir kontak pada tanggal 04 januari satu bulan penuh tidak ada kabar sama sekali bahkan FB nya pun sudah tidak aktif atau tutup akun. pihak keluarga di Subang mendapatkan kabar jika Rosida meninggal dunia karena sakit, namun setelah ditanya pihak keluarga dirumah sakit mana, mereka jawab tidak tau. Hal ini menjadi pertanyaan bagi pihak keluarga dan yang menjadi pertanyaan apakah Rosida benar benar sakit atau meninggal karena yang lainnya.

Pihak keluarga mengaku terpukul dengan informasi tersebut. Apalagi niat almarhumah berangkat menjadi TKI untuk membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah.
“Almarhumah memiliki tiga anak yang masih sekolah di SMP DAN SD, sedangkan yang paling besar sudah bekerja.
Sayangnya, biaya pemulangan yang relatif besar dan butuh waktu lama, pihak keluarga memutuskan tidak membawa jenazah anaknya ke Subang memercayakan proses pemakaman ke kedutaan besar di DUBAI.
“Kami sepakat dimakamkan di sana (DUBAI). Keluarga sudah mengikhlaskan karena kami tak memiliki biaya untuk memulangkan jasadnya,” terangnya.
“Pihak keluarga mengikhlaskan jika jasad almarhumah dimakamkan di DUBAI karena tak mempunyai biaya,” sebutnya.
Sementara pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan Disnakertrans kabupaten Subang untuk menemukan solusi nya ,karena Rosida sudah berangkat untuk ke tiga kalinya pertama ke negara katar dua tahun,terus Ke abu dahabi empat tahun dan terakhir ke abu dhabi hanya sampai dua bulan Rosida sudah tiada.
Kami mohon kepada dinas terkait untuk membantu memberikan hak nya kepada pihak keluarga. (BS)








