TASIKMALAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam meningkatkan infrastruktur jalan dengan dimulainya proyek pelebaran di ruas Jalan Raya Singaparna-Tasikmalaya. Proyek strategis ini sejalan dengan komitmen Gubernur Dedi Mulyadi untuk memastikan tidak ada lagi jalan rusak di Jawa Barat, khususnya pada ruas-ruas yang memiliki peran sentral dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Dengan kondisi lalu lintas Singaparna yang tercatat dilalui lebih dari 10.000 kendaraan setiap harinya sebagai pusat aktivitas ekonomi Kabupaten Tasikmalaya, pelebaran jalan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan infrastruktur yang memadai.
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat selaku pelaksana proyek menetapkan pagu anggaran sebesar 12 Miliar Rupiah dengan kontraktor pelaksana PT. Multi Daya. Proyek yang diawasi ketat oleh UPTD PJJWP V ini merupakan bagian dari upaya besar Pemprov Jabar yang pada tahun 2025 saja menggelontorkan Rp1,7 triliun untuk perbaikan 305,852 kilometer jalan dan revitalisasi 1.295 jembatan di seluruh wilayah Jawa Barat. Angka fantastis ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar wacana, melainkan program prioritas yang dijalankan dengan serius dan terukur.
Optimisme tinggi disampaikan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ridwan, saat ditemui awak media, pihaknya meyakini bahwa pelaksanaan proyek pelebaran jalan ini akan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Kami optimis dengan pelaksanaan ini. Kami akan mengoptimalkan setiap rupiah anggaran dan mempertanggungjawabkannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Ridwan dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga mengedepankan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Pentingnya proyek pelebaran jalan ini semakin terasa mengingat Jalan Raya Singaparna-Tasikmalaya memiliki tingkat pelayanan (Level of Service) yang masih berada di level E, yang berarti volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dengan kondisi arus yang sering terhambat. Hasil studi menunjukkan volume lalu lintas puncak mencapai 3.042 kendaraan per jam dengan derajat kejenuhan 0,92. Dengan pelebaran jalan, diharapkan tingkat pelayanan dapat meningkat hingga level C, yang berarti arus lalu lintas akan lebih stabil dengan hambatan yang sangat rendah.
Kabar baik ini tentu disambut antusias oleh masyarakat dan para pelaku usaha di Singaparna dan sekitarnya. Sebagai simpul penghubung antara Kabupaten Tasikmalaya dan Garut, jalan yang lebih lebar dan mulus akan memperlancar distribusi logistik, memudahkan akses pendidikan, serta mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sendiri telah menempatkan peningkatan infrastruktur jalan sebagai menu utama pembangunan tahun 2026, sehingga sinergi antara provinsi dan kabupaten ini menjadi modal besar untuk kemajuan bersama. ( Tim )











