Kab. Bandung — Aksi kekerasan brutal terjadi di kawasan gudang garment Jalan Moch. Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Seorang petugas keamanan berinisial AF menjadi korban pengeroyokan dan penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata setrum dan senjata tajam, Minggu (25/10).
Kejadian yang membuat lingkungan sekitar resah itu terjadi pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan pengakuan korban AF, awalnya segerombolan orang berjumlah sekitar 6 orang datang menghampiri dirinya saat sedang berjaga di gudang garment.
“Karena curiga gelagat mereka tidak beres dan khawatir fasilitas tempat kerja saya dirusak, saya berinisiatif membawa mereka keluar dari area kerja saya ke Jalan Radio STT Telkom,” ujar AF saat ditemui usai melapor.
Namun, setibanya di Jalan Radio, tanpa diduga para pelaku langsung menyerang korban.
“Tanpa diduga sekitar jam 20:00 Jumat malam, saya langsung diserang. Mereka bawa setruman dan sajam. Saya dikeroyok beramai-ramai sampai jatuh bangun hingga badan tidak bisa berdiri,” ungkapnya.
Aksi brutal tersebut sempat membuat rekan korban berteriak “maling” karena tidak tega melihat AF dikeroyok hingga tak berdaya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka dan trauma.
Keesokan harinya, Sabtu (24/10) sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama orang tuanya langsung mendatangi Polsek Dayeuhkolot untuk membuat laporan polisi resmi.
“Setelah laporan dibuat, anggota polisi membawa saya untuk visum ke Rumah Sakit Welas Asih,” tambah AF.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Polsek Dayeuhkolot, Polresta Bandung. Polisi diharapkan segera menangkap para pelaku yang meresahkan warga tersebut.
(Red)












