Sosialisasi Paket 4 PLTA Upper Cisokan, PLN-CGGC Perkuat Komitmen terhadap Pelaksanaan Proyek yang Bertanggung Jawab

BANDUNG BARAT, 25 September 2026 — Kesiapan pembangunan infrastruktur energi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kesiapan lingkungan sosial tempat proyek dilaksanakan. Berangkat dari prinsip tersebut, sosialisasi persiapan pekerjaan UCPSPP Project – Package 4 Hydraulic Metal Works diselenggarakan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (25/9).

 

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah proyek ini menjadi bagian dari langkah awal untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai rencana pekerjaan, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta mendorong komunikasi yang terbuka sebelum aktivitas konstruksi berlangsung.

 

Sosialisasi dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rongga, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cipongkor serta pemerintahan dan perwakilan masyarakat dari Desa Sirnagalih, Desa Cijambu, Desa Karangsari, Desa Sarinagen, Desa Sukaresmi, Desa Cicadas, Desa Bojongsalam, Desa Cibitung.

 

Pertemuan ini menjadi ruang bagi para pihak untuk memahami rencana pelaksanaan Paket 4 sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dan koordinasi selama pekerjaan berlangsung.

 

Sebagai bagian dari proyek PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS), Paket 4 Hydraulic Metal Works memiliki peran dalam lingkup pekerjaan teknis pembangunan fasilitas pembangkit.

 

Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga memerlukan pemahaman terhadap kondisi wilayah, aktivitas masyarakat, serta kebutuhan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan setempat.

 

Melalui komunikasi sejak tahap persiapan, potensi kendala yang berkaitan dengan interaksi antara aktivitas proyek dan masyarakat diharapkan dapat dikenali lebih awal. Dengan demikian, kebutuhan koordinasi dapat ditangani secara lebih terarah sebelum berkembang menjadi permasalahan yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan.

 

Masyarakat sebagai Mitra dalam Pelaksanaan Proyek

Keterlibatan pemerintah dan masyarakat sejak tahap persiapan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang konstruktif antara proyek dan lingkungan sekitarnya. Melalui forum sosialisasi, pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi, menyampaikan pertanyaan, serta mengemukakan masukan dan kekhawatiran terkait rencana pekerjaan.

 

Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan semata-mata sebagai pihak yang menerima informasi, melainkan sebagai pemangku kepentingan yang perlu dilibatkan dalam proses komunikasi dan koordinasi proyek.

 

Sejalan dengan tujuan tersebut, pelaksanaan sosialisasi diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai aktivitas Paket 4, meningkatkan kesiapan menghadapi pekerjaan di lapangan, serta mendukung identifikasi potensi risiko sosial dan keselamatan masyarakat.

 

Setiap masukan yang memerlukan tindak lanjut perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kejelasan saluran komunikasi dan mekanisme penyampaian keluhan juga menjadi unsur penting agar pertanyaan maupun permasalahan yang muncul selama pelaksanaan pekerjaan dapat disampaikan dan ditangani secara tepat.

 

Membangun Pelaksanaan Proyek yang Bertanggung Jawab

Kegiatan sosialisasi turut diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai dan tradisi setempat, sekaligus harapan agar pekerjaan Paket 4 dapat dimulai dan dilaksanakan dengan lancar, aman, serta bertanggung jawab.

 

Perpaduan antara kesiapan teknis, koordinasi kelembagaan, dan komunikasi sosial menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui keterlibatan pemangku kepentingan sejak tahap persiapan, PLN dan pihak pelaksana proyek (CGGC) diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih efektif serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah pekerjaan.

 

Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan bahwa pelaksanaan Paket 4 Hydraulic Metal Works tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pekerjaan, tetapi juga memperhatikan pengelolaan risiko lingkungan, keselamatan, dan hubungan sosial di lingkungan proyek. (JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *