Kabupaten Bogor, SinarSuryaNews.Com –
Dugaan Pungutan Liar (Pungli), di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) Parung Panjang, yang terletak di Jl. Raya Sudamanik Km. 7, Jagabaya, Parung Panjang, Jagabaya, Kec. Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (26/01)
Dugaan pungli tersebut berkedok mulai dari iuran dana awal Tahun dan akhir tahun, bahkan iuran pembelian lembar soal ujian yang dilakukan oleh pihak SMAN 1 Parung Panjang, dikeluhkan oleh beberapa siswa Jum’at. (13/01/2023).
Ketika awak media menanyakan kepada salah satu siswa yang namanya tidak mau sebutkan terkait dugaan pungli dana awal tahun, “Iyah bener adanya iuran dana awal tahun sebesar Rp.1.750.000, dari uang itu saya dapat baju batik, baju kokoh, rompi dan 1 Stel baju olahraga” ujarnya kepada awak media.
“Kalau yang itu (pembelian lembar soal ujian, red) kemaren sebelum ujian dipinta Rp. 17.000 untuk siswa Kelas XI (sebelas) dan Rp. 15.000 untuk siswa kelas XII (dua belas) dan itu ada pengumumannya di grup sekolah” ujar siswa kedua kepada awak media. Senin (23/01/2023)
Dalam hal ini Sebanyak kurang lebih 1559 Siswa/i yang menjadi korban pungli, yaitu terdiri dari siswa laki laki 787 dan siswa perempuan 772 data rekap pertanggal 23 Januari 2023,
Mirisnya, pembayaran dana awal tahun tersebut menjadi salah satu syarat pengambilan raport semester ganjil di SMAN 1 Parung Panjang.
Pada waktu yang berbeda, siswa kedua membenarkan adanya dugaan pungli pada pembelian lembar soal yang dibebankan kepada siswa SMAN 1 Parung Panjang.
Sementara itu, Dudung Koswara selaku Kepala SMAN 1 Parung Panjang saat dikonfirmasi dan diminta tanggapan oleh awak media melalui panggilan WhatsApp,
terkait adanya dugaan pungli disekolah yang dipimpinnya tersebut. Yang bersangkutan terkesan menghindar.
Ia juga mengatakan “Nanti yah ketemu, saya kan gak kenal anda dan andapun gak kenal saya, kalau gini komunikasinya kurang elok, saya lagi ada kegiatan ini, Senin nanti yah ketemu” ujar Dudung pada Rabu, (18/01/2023).
Selanjutnya, awak media berupaya menghubungi kembali pada Senin, (23/01/2023) untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Dudung, namun Dudung membatalkan janjinya. Sampai berita ini diterbitkan kepala sekolah tersebut belum memberikan tanggapan terkait dugaan pungli disekolahnya. (Tim)