CICALENGKA, Kab. Bandung – Di tengah sorotan LSM soal temuan BPK RI pada proyek Penataan Ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Cicalengka, manajemen RSUD Cicalengka menunjukkan sikap transparan dan tanggung jawab.
Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, S.H.,M.H.Kes, menegaskan bahwa seluruh temuan BPK RI Perwakilan Jabar Nomor 46.A/LHP/XVIII.BDG/05/2025 senilai Rp40.006.198,59 kekurangan volume dan denda keterlambatan *Rp28.923.000* tersebut *sudah selesai dan sudah ditindaklanjuti 100%.
“Persoalan tersebut merupakan anggaran BLUD tahun 2025 dan sudah diaudit oleh BPK. Kekurangan pembayaran tersebut juga sudah dibayarkan oleh pihak perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana. Jadi, persoalannya sudah clear dan sudah ditindaklanjuti,” tegas dr. Yani kepada media, Rabu (30/09/2026).
Bukan Mark-Up, Hanya Kekurangan Volume Teknis yang Langsung Dikembalikan
Temuan di RSUD Cicalengka ini murni kekurangan volume teknis pekerjaan arsitektur plafon, dinding, dan keramik pada proyek Rp1,07 Miliar yang dikerjakan CV AR. Saat pemeriksaan fisik bersama (BAPF) oleh BPK bersama PPK, PPTK, Konsultan Pengawas PT RPP dan Inspektorat, ditemukan selisih volume yang langsung ditagih dan sudah dikembalikan ke Kas BLUD.
Pihak RSUD menegaskan, pembayaran hanya dilakukan untuk pekerjaan yang terpasang sesuai Perpres 16/2018 dan LKPP 12/2021. Begitu ada selisih, langsung dipotong dan penyedia dikenakan denda keterlambatan sesuai kontrak Nomor 249/KTR/Penataan KRIS/PL-BLUD/IV/2025 tanggal 30 April 2025.
KRIS RSUD CICALENGKA KINI LEBIH BAIK, SESUAI STANDAR NASIONAL JKN
Dampak positifnya, kini Ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Cicalengka sudah jauh lebih baik dan sesuai standar Kementerian Kesehatan untuk mendukung program JKN. KRIS adalah program nasional untuk menyeragamkan kelas rawat inap agar lebih layak, tidak sesak, dan ada privasi pasien.
Dengan penataan KRIS ini, pasien BPJS dan umum di RSUD Cicalengka kini mendapat:
– Jarak antar bed lebih lega
– Sirkulasi udara dan pencahayaan lebih baik
– Kamar mandi dalam yang lebih bersih
– Plafon dan keramik baru yang lebih nyaman dan higienis
Komitmen Pelayanan dan Sosial
Selain soal pembangunan, RSUD Cicalengka juga aktif dalam kegiatan sosial yang jarang disorot:
1. Donor Darah HUT Kab. Bandung ke-385:* Mengumpulkan 85 kantong darah dari 102 pendaftar di Ruang Kidung, sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.
2. Santunan Anak Yatim Piatu:* Rutin berbagi di Masjid Al-Askariyah RSUD Cicalengka bersama Ustadz Hazir Lukaman, menunjukkan RSUD bukan hanya layanan kesehatan tapi juga punya tanggung jawab sosial.
3. Pelayanan Prima BPD dan Masyarakat: RSUD Cicalengka buka layanan pemeriksaan kesehatan dan bebas narkoba untuk calon anggota BPD se-Kabupaten Bandung dengan hasil cepat dan akurat.
Direktur juga menegaskan soal etika pelayanan. Saat ada oknum perawat yang viral komentar tidak empatik soal pasien BPJS, manajemen langsung nonaktifkan sementara dan lakukan investigasi oleh Komite Keperawatan.
LSM PENJARA DPC Kab. Bandung Ketua Asep Satria Rizqky (Bojes) sendiri mengakui RSUD Cicalengka sudah memberikan klarifikasi dan menyatakan sudah clear.
LSM PENJARA: Kami Apresiasi Kecepatan RSUD Cicalengka
“Kalau RSUD Cicalengka sudah clear dan sudah kembalikan Rp40 juta plus denda Rp28 juta dengan bukti STS, kami apresiasi. Itu contoh BLUD yang bertanggung jawab. Beda dengan Dinkes yang Rp579 juta belum ada STS-nya sampai sekarang,” ujar sumber LSM.
Dengan selesainya penataan KRIS ini, RSUD Cicalengka kini siap menjadi rumah sakit rujukan di wilayah timur Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman.











