Komite SMPN 1 Jatisari Serang Profesi Wartawan, Kepsek Lepas Tangan

 

JATISARI, KARAWANG — Polemik muncul di SMPN 1 Jatisari. Anggota Komite Sekolah Salya diduga menghina profesi almarhum Amri Malau dengan menyebut “wartawan tidak jelas”. Salya juga menuding Amri bukan wartawan, bukan LSM, dan tak punya karya tulis tanpa menyertakan data.

 

Pernyataan itu dilempar ke ruang publik dan dinilai menyerang personal almarhum, bukan fakta.

 

*Hina Wartawan, Serang Nama Orang Mati*

Menurut informasi yang dihimpun, Salya melontarkan tudingan tersebut saat merespons pemberitaan/kritik almarhum Amri Malau terkait SMPN 1 Jatisari. Kata “wartawan tidak jelas” dan penolakan status kewartawanan Amri disampaikan tanpa bukti karya tulis, kartu identitas, atau klarifikasi ke organisasi profesi.

 

“Menyerang personal almarhum di ruang publik tanpa data itu tidak etis. Apalagi yang diserang orang yang sudah meninggal dan tidak bisa membela diri,” kata salah satu rekan almarhum yang meminta namanya tidak disebut.

 

*Kepsek: “Saya Tidak Bertanggung Jawab”*

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Jatisari Tony Andika Aryawan justru memilih lepas tanggung jawab.

 

“Kepala sekolah tidak bertanggung jawab atas pernyataan komite,” ujarnya singkat.

 

Jawaban normatif itu memicu kritik publik. Komite Sekolah berdasarkan Permendikbud No 75 Tahun 2016 adalah mitra sekolah. Meski independen, komite melekat pada nama institusi. Setiap pernyataan pengurus komite otomatis menyeret nama baik sekolah.

 

“Ini namanya cuci tangan. Komite bicara pakai atribusi ‘Komite SMPN 1 Jatisari’, masa kepsek ngaku nggak tanggung jawab,” ujar pengamat pendidikan Karawang.

 

*Polemik Dibiarkan Liar*

Alih-alih meredam, pihak sekolah tidak mengeluarkan klarifikasi resmi, tidak memfasilitasi mediasi, dan tidak menegur anggota komite. Akibatnya, polemik melebar ke media sosial dan grup WhatsApp wali murid.

 

Publik kini menagih pertanggungjawaban:

1. *Salya* – Berani buka dasar data tudingan “wartawan tidak jelas”? Ada bukti Amri bukan wartawan?

2. *Kepsek Tony* – Berani menegur komite atau terus berlindung di balik kalimat normatif sementara nama almarhum diserang?

 

Hingga berita ini naik, SMPN 1 Jatisari belum merilis pernyataan resmi dan permintaan maaf ke keluarga almarhum Amri Malau serta komunitas pers.

 

*Reporter: CD Hermawan

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *