Tanjung Balai, Sinarsuryanews.com = Tumpukan sampah berserakan di salah satu ruas jalan di sekitar Perumnas Sijambi Jalan Mekar LK 7 Kota Tanjung Balai, Kehadiran sampah-sampah itu pun mencoreng pemandangan di kawasan tersebut.
Kondisi ini menghadirkan kesan kumuh di kawasan yang seharusnya menjadi area yang rapi dan nyaman bagi warga maupun pengendara yang melintas.
Pantauan Sinarsuryanews.com di lokasi, Rabu (8/1/2025), sampah-sampah tersebut tersebar sepanjang sekitar 100 meter. Sampah-sampah itu terdiri dari berbagai jenis bahan seperti plastik, kertas, dan sisa makanan.
Kehadiran tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
warga sekitar jalan Mekar LK 7 Perumnas Sijambi saat dikonfirmasi oleh media ini, mereka sangat kecewa DLH Kota Tanjung Balai dan cara kerja dari petugas kebersihan yang datang memungut dan mengangkut sampah mengunakan Dam truck, Setiap mereka datang kami warga sering komplain dan ingatkan mereka.
karena sampah yang di angkut ke Dam truck selalu bertumpahan dijalanan dan mereka tidak mau mengumpulkannya kembali, Setiap ada warga menegur, jJawaban mereka selalu tidak enak didengar. Kalau kami tidak masuk mengambil sampah, Memangnya kenapa, sambil membentak, warga.
Warga disekitar juga menambahkan, bahwa mereka selalu membayar kewajibannya, yaitu berupa iuran retribusi sampah sebesar Rp.5.000 per KK dan sampah disini juga hanya diangkut satu kali seminggu. Tutur si warga dengan nada memelas.
Warga setempat yang ada di wilayah Perumnas Sijambi sangat berharap dan memohon kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjung Balai dapat mengevaluasi serta menegur para bawahannya maupun petugas kebersihan yang ada dilapangan, karena tidak becus dalam bekerja, kami para warga sangat kecewa, ujar si warga sambil menutup pembicaraan.
(Wilman Panjaitan)






